Rusia Nyatakan Mantan PM-nya Teroris, Dikenal Lantang Menentang Invasi Ukraina

Selasa, 18 November 2025 - 15:40 WIB
loading...
Rusia Nyatakan Mantan...
Otoritas berwenang Rusia telah memasukkan mantan Perdana Menteri Mikhail Kasyanov ke dalam daftar resmi teroris dan ekstremis. Foto/BBC
A A A
MOSKOW - Otoritasberwenang Rusia telah memasukkan mantan Perdana Menteri Mikhail Kasyanov dan ekonom Sergey Guriev ke dalam daftar resmi teroris dan ekstremis mereka.

Kedua individu tersebut, yang selama ini merupakan kritikus vokal invasi Rusia terhadap Ukraina, kini tinggal di luar negeri selama bertahun-tahun.

Pemberitahuan daftar tersebut dipublikasikan oleh pengawas keuangan Rusia, Rosfinmonitoring, pada hari Senin, tetapi entri itu tidak memberikan penjelasan apa pun mengenai penunjukan mereka sebagai teroris.

Baca Juga: PM Negara NATO Sebut Ukraina Mafia Perang: Mendanainya Bagaikan Vodka untuk Pecandu Alkohol

Kendati tidak memberikan penjelasan, Moskow telah menetapkan Kasyanov sebagai "agen asing" pada tahun 2023, dengan mengatakan bahwa dia secara aktif terlibat dalam pembuatan dan pendistribusian materi oleh agen asing lainnya dan menyebarkan informasi palsu yang bertujuan mencemarkan nama baik otoritas Rusia.

Para pejabat juga mengatakan Kasyanov menentang operasi militer Moskow di Ukraina dan ikut serta dalam "Komite Anti-Perang Rusia", sebuah organisasi ekspatriat yang dibentuk pada awal 2022, tak lama setelah pecahnya permusuhan skala penuh antara Rusia dan Ukraina.

Kasyanov menjadi PM Rusia pada tahun 2000 hingga 2004. Setelah meninggalkan jabatannya, dia bergabung dengan oposisi dan kemudian memimpin Partai Kebebasan Rakyat (PARNAS) yang berhaluan liberal-demokratis. Partai itu telah dibubarkan oleh Mahkamah Agung Rusia pada tahun 2023.

Para kritikus di Rusia sering menyebut Kasyanov sebagai "Misha dua persen", julukan yang muncul dari tuduhan korupsi yang telah lama beredar, yang telah dia bantah.

Sedangkan Guriev, rektor New Economic School dari tahun 2004 hingga 2013 yang kini juga tinggal di luar negeri, sebelumnya dituduh oleh Moskow membuat dan mendistribusikan materi oleh agen asing dan menyuarakan penolakan terhadap operasi militer Rusia di Ukraina.

Menurut laporan Russia Today, Selasa (18/11/2025), mereka yang masuk dalam daftar "teroris dan ekstremis" akan segera dibekukan aset domestiknya dan dibatasi secara ketat atas transaksi keuangan di Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved