Rusia Nyatakan Mantan PM-nya Teroris, Dikenal Lantang Menentang Invasi Ukraina
Selasa, 18 November 2025 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Para pejabat juga mengatakan Kasyanov menentang operasi militer Moskow di Ukraina dan ikut serta dalam "Komite Anti-Perang Rusia", sebuah organisasi ekspatriat yang dibentuk pada awal 2022, tak lama setelah pecahnya permusuhan skala penuh antara Rusia dan Ukraina.
Kasyanov menjadi PM Rusia pada tahun 2000 hingga 2004. Setelah meninggalkan jabatannya, dia bergabung dengan oposisi dan kemudian memimpin Partai Kebebasan Rakyat (PARNAS) yang berhaluan liberal-demokratis. Partai itu telah dibubarkan oleh Mahkamah Agung Rusia pada tahun 2023.
Para kritikus di Rusia sering menyebut Kasyanov sebagai "Misha dua persen", julukan yang muncul dari tuduhan korupsi yang telah lama beredar, yang telah dia bantah.
Sedangkan Guriev, rektor New Economic School dari tahun 2004 hingga 2013 yang kini juga tinggal di luar negeri, sebelumnya dituduh oleh Moskow membuat dan mendistribusikan materi oleh agen asing dan menyuarakan penolakan terhadap operasi militer Rusia di Ukraina.
Menurut laporan Russia Today, Selasa (18/11/2025), mereka yang masuk dalam daftar "teroris dan ekstremis" akan segera dibekukan aset domestiknya dan dibatasi secara ketat atas transaksi keuangan di Rusia.
Kasyanov menjadi PM Rusia pada tahun 2000 hingga 2004. Setelah meninggalkan jabatannya, dia bergabung dengan oposisi dan kemudian memimpin Partai Kebebasan Rakyat (PARNAS) yang berhaluan liberal-demokratis. Partai itu telah dibubarkan oleh Mahkamah Agung Rusia pada tahun 2023.
Para kritikus di Rusia sering menyebut Kasyanov sebagai "Misha dua persen", julukan yang muncul dari tuduhan korupsi yang telah lama beredar, yang telah dia bantah.
Sedangkan Guriev, rektor New Economic School dari tahun 2004 hingga 2013 yang kini juga tinggal di luar negeri, sebelumnya dituduh oleh Moskow membuat dan mendistribusikan materi oleh agen asing dan menyuarakan penolakan terhadap operasi militer Rusia di Ukraina.
Menurut laporan Russia Today, Selasa (18/11/2025), mereka yang masuk dalam daftar "teroris dan ekstremis" akan segera dibekukan aset domestiknya dan dibatasi secara ketat atas transaksi keuangan di Rusia.
(mas)
Lihat Juga :