7 Rudal Balistik Paling Mematikan di Dunia, Jangkauan hingga 13.000 Km

Selasa, 18 November 2025 - 15:05 WIB
loading...
A A A
RS-24 Sarmat dirancang untuk menembus sistem pertahanan rudal modern dan memberikan Rusia fleksibilitas strategis global. Dengan jangkauan ekstrem, rudal ini bisa meluncur dari silo di Rusia dan menyerang target di belahan dunia manapun.

5. LGM-30 Minuteman III (Amerika Serikat)

•Negara pemilik: Amerika Serikat
•Jenis: ICBM berbahan bakar padat dan berbasis silo.
•Jangkauan: Minuteman III memiliki jangkauan hingga 14.000 km.
•Hulu ledak: dapat membawa 3 hulu ledak MIRV (termasuk hulu ledak nuklir) atau kombinasi yang disesuaikan.

ICBM Minuteman III adalah bagian darat dari triad nuklir AS. Meski sudah uzur, ia tetap menjadi tulang punggung pencegahan nuklir Washington karena reliabilitas tinggi dan kesiapan cepat.

6. Hwasong-17 (Korea Utara)

•Negara pemilik: Korea Utara
•Jenis: ICBM berbahan bakar cair dan berbasis kendaraan bergerak.
•Jangkauan: Hwasong-17 diperkirakan para pakar bisa mencapai jangkauan hingga 15.000 km.
•Hulu ledak: Misil ini dapat membawa 3 hingga 4 hulu ledak MIRV, termasuk hulu ledak nuklir.

Jika benar operasional dengan jangkauan sebesar itu, Hwasong-17 memberi Korea Utara kapabilitas untuk menyerang sebagian besar benua Amerika, memperkuat posisi nuklir mereka sebagai alat tawar diplomasi berisiko tinggi.

7. LGM-118 Peacekeeper

•Negara: Amerika Serikat
•Jenis: ICBM berbahan bakar padat dan berbasis silo.
•Jangkauan: LGM-118 Peacekeeper memiliki jangkauan sekitar 9.600 km hingga 14.000 km, menurut data historis.
•Hulu ledak: Misil ini dapat membawa 10 hulu ledak MIRV, termasuk hulu ledak nuklir.

Meskipun rudal ini resmi sudah pensiun sejak 2005, ia termasuk dalam daftar rudal paling mematikan secara historis karena daya ledak besar dan kemampuan MIRV-nya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved