7 Rudal Balistik Paling Mematikan di Dunia, Jangkauan hingga 13.000 Km
Selasa, 18 November 2025 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Dengan jangkauan hingga 15.000 km, rudal DF-41 bisa menjangkau hampir seluruh belahan dunia, memberi China kapabilitas penangkalan nuklir global.
Keunggulan mobilitasnya membuat rudal ini sulit dilacak dan dihancurkan sebelum peluncuran, meningkatkan daya tahan kekuatan strategis China.
•Jenis: ICBM berbahan bakar cair dan berbasis silo.
•Jangkauan: sekitar 13.000 km atau lebih untuk beberapa varian.
•Hulu ledak: versi DF-5B dan DF-5C dapat membawa 5 hingga 10 hulu ledak MIRV, termasuk hulu ledak nuklir.
•Kelemahan teknis: karena menggunakan bahan bakar cair, waktu pengisian (refuelling) bisa sangat lama (30–60 menit) sebelum peluncuran, yang membuatnya kurang responsif dibanding rudal berbahan bakar padat.
DF-5 merupakan elemen klasik dalam triad nuklir China. Ia memberikan ancaman jarak jauh yang stabil dari silo tetap, meski agak kurang fleksibel dibanding rudal mobile modern.
•Jenis: ICBM berbahan bakar cair dan berbasis silo.
•Jangkauan: 11.000–16.000 km menurut data resmi.
•Hulu ledak: SS-18 Setan dapat membawa hingga 10 hulu ledak MIRV, termasuk hulu ledak nuklir, dengan daya ledak besar.
SS-18 Setan atau SS-18 Satan dikenal sangat kuat, bahkan ada yang menyebutnya sebagai "monster” Perang Dingin.
Dengan hulu ledak banyak dan jangkauan sangat luas, rudal ini sangat menakutkan sebagai bagian dari kekuatan nuklir strategis Rusia, meski generasi barunya seperti ICBM Sarmat kini mulai menggantikannya.
•Jenis: ICBM generasi baru berbahan bakar cair dan berbasis silo.
•Jangkauan: laporan media setempat menyebut jangkauannya antara 10.000 hingga 18.000 km untuk varian tertentu.
•Hulu ledak: RS-24 Sarmat dapat membawa 10 hulu ledak MIRV, termasuk hulu ledak nuklir. Misil ini juga dapat membawa glider hipersonik.
Keunggulan mobilitasnya membuat rudal ini sulit dilacak dan dihancurkan sebelum peluncuran, meningkatkan daya tahan kekuatan strategis China.
2. DF-5 (China)
•Negara pemilik: Republik Rakyat China.•Jenis: ICBM berbahan bakar cair dan berbasis silo.
•Jangkauan: sekitar 13.000 km atau lebih untuk beberapa varian.
•Hulu ledak: versi DF-5B dan DF-5C dapat membawa 5 hingga 10 hulu ledak MIRV, termasuk hulu ledak nuklir.
•Kelemahan teknis: karena menggunakan bahan bakar cair, waktu pengisian (refuelling) bisa sangat lama (30–60 menit) sebelum peluncuran, yang membuatnya kurang responsif dibanding rudal berbahan bakar padat.
DF-5 merupakan elemen klasik dalam triad nuklir China. Ia memberikan ancaman jarak jauh yang stabil dari silo tetap, meski agak kurang fleksibel dibanding rudal mobile modern.
3. R-36M2 Voyevoda atau SS-18 Setan (Rusia)
•Negara pemilik: Federasi Rusia.•Jenis: ICBM berbahan bakar cair dan berbasis silo.
•Jangkauan: 11.000–16.000 km menurut data resmi.
•Hulu ledak: SS-18 Setan dapat membawa hingga 10 hulu ledak MIRV, termasuk hulu ledak nuklir, dengan daya ledak besar.
SS-18 Setan atau SS-18 Satan dikenal sangat kuat, bahkan ada yang menyebutnya sebagai "monster” Perang Dingin.
Dengan hulu ledak banyak dan jangkauan sangat luas, rudal ini sangat menakutkan sebagai bagian dari kekuatan nuklir strategis Rusia, meski generasi barunya seperti ICBM Sarmat kini mulai menggantikannya.
4. RS-28 Sarmat (Rusia)
•Negara pemilik: Federasi Rusia.•Jenis: ICBM generasi baru berbahan bakar cair dan berbasis silo.
•Jangkauan: laporan media setempat menyebut jangkauannya antara 10.000 hingga 18.000 km untuk varian tertentu.
•Hulu ledak: RS-24 Sarmat dapat membawa 10 hulu ledak MIRV, termasuk hulu ledak nuklir. Misil ini juga dapat membawa glider hipersonik.
Lihat Juga :