Dokter Wanita Ini Dihukum Penjara 30 Tahun karena Mengkritik Presiden di Grup WhatsApp

Selasa, 18 November 2025 - 13:20 WIB
loading...
A A A
Orang-orang turun ke jalan untuk berunjuk rasa, tetapi rezim Maduro menghentikannya melalui ancaman, kekerasan, dan intimidasi. Termasuk penghilangan paksa atau penahanan para pembangkang hanya karena berpendapat.

Pada 5 Agustus 2024, seorang pemimpin CLAP (Comité Local de Abastecimiento y Producción)—komite distribusi makanan yang dibentuk oleh pemerintah Venezuela untuk mendistribusikan makanan pokok ke masyarakat secara langsung dari rumah ke rumah--komunitasnya di negara bagian Táchira dilaporkan mendengar pesan pribadi Orozco. Pemimpin CLAP itu kemudian mengajukan pengaduan ke pihak berwenang.

Malam harinya, Orozco ditangkap polisi dalam penggerebekan di rumahnya. Pada bulan September, kesehatannya mulai menurun dan dia mengalami serangan jantung. Dia sempat menghabiskan satu malam di rumah sakit, namun dikembalikan ke penjara.

Menurut suaminya, dia menderita masalah jantung sejak 2013. Penahanan telah memperburuk kondisinya. Meskipun demikian, pada 6 Desember 2024, dia dipindahkan ke ruang tambahan khusus wanita di Pusat Lembaga Pemasyarakatan Barat di bagian selatan Táchira untuk menunggu persidangan.

Pada Jumat pekan lalu, dia akhirnya menjalani sidang vonis di pengadilan. Hakim Luz Dary Moreno, yang merupakan loyalis Presiden Maduro, menjatuhkan hukuman 30 tahun penjara kepadanya atas tuduhan "makar" "konspirasi", dan "hasutan kebencian". Sumber di pengadilan mengatakan tim pembelanya bahkan tidak diizinkan berbicara. Dokter lain di komunitasnya telah menyerukan pembebasannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
DPN IARMI: Kritik Harus...
DPN IARMI: Kritik Harus Objektif, Jangan Giring Opini Menyesatkan
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
Baru 10 Menit Menikah,...
Baru 10 Menit Menikah, Wanita Ini Janda di Hari Pernikahannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved