DK PBB Adopsi Resolusi Pengerahan Pasukan Internasional ke Gaza

Selasa, 18 November 2025 - 07:12 WIB
loading...
DK PBB Adopsi Resolusi...
DK PBB setujui resolusi rancangan AS tentang rencana perdamaian Gaza, yang mencakup pengerahan pasukan internasional ke Gaza. Foto/Dokumentasi Kay Nietfeld/DPA
A A A
NEW YORK - Dewan Keamanan (DK) PBB pada hari Senin menyetujui resolusi rancangan Amerika Serikat (AS) yang memperkuat rencana perdamaian Gaza usulan Presiden Donald Trump. Resolusi rencana perdamaian itu mencakup pengerahan pasukan internasional ke Gaza dan jalan menuju pendirian Negara Palestina di masa depan.

Terdapat 13 suara yang mendukung rancangan tersebut, yang dipuji Washington setelah pemungutan suara sebagai "bersejarah dan konstruktif". Hanya Rusia dan China yang abstain, tetapi tanpa veto.

Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz mengatakan setelah pemungutan suara, "Resolusi hari ini merupakan langkah penting lainnya yang akan memungkinkan Gaza untuk makmur dan menciptakan lingkungan yang memungkinkan Israel hidup dengan aman."

Baca Juga: Pejuang Palestina Tolak Kehadiran Pasukan Internasional di Gaza

Rancangan tersebut, yang telah direvisi beberapa kali sebagai hasil dari negosiasi berisiko tinggi, mendukung rencana Trump, yang memungkinkan gencatan senjata rapuh antara Israel dan Hamas untuk dilaksanakan pada 10 Oktober di wilayah kantong Palestina yang dilanda perang.

Jalur Gaza sebagian besar telah hancur menjadi puing-puing setelah dua tahun pertempuran, yang dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Rencana perdamaian tersebut mengesahkan pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang akan bekerja sama dengan Israel dan Mesir serta polisi Palestina yang baru dilatih untuk membantu mengamankan wilayah perbatasan dan mendemiliterisasi Jalur Gaza.

ISF diberi mandat untuk bekerja pada penonaktifan permanen senjata dari kelompok bersenjata non-negara, melindungi warga sipil dan mengamankan koridor bantuan kemanusiaan.

Jalur Kenegaraan Palestina


Resolusi ini juga mengesahkan pembentukan "Dewan Perdamaian", sebuah badan pemerintahan transisi untuk Gaza—yang secara teoritis akan diketuai Trump—dengan mandat yang berlaku hingga akhir tahun 2027.

Resolusi tersebut menyebutkan kemungkinan berdirinya Negara Palestina di masa depan.

"Setelah Otoritas Palestina melaksanakan reformasi yang diminta dan pembangunan kembali Gaza sedang berlangsung, kondisi akhirnya mungkin tersedia untuk jalur yang kredibel menuju penentuan nasib sendiri dan kenegaraan Palestina," bunyi draf resolusi tersebut.

Kemungkinan tersebut telah ditolak mentah-mentah oleh Israel.

Rusia, pemegang hak veto, mengedarkan draf resolusi yang berseberangan, dengan mengatakan bahwa dokumen AS tidak cukup jauh untuk mendukung pembentukan Negara Palestina.

Teks Moskow, yang dilihat oleh AFP, Selasa (18/11/2025) meminta DK PBB untuk menyatakan komitmen teguhnya terhadap visi solusi dua negara.

Rusia tidak akan mengesahkan Dewan Perdamaian atau pengerahan pasukan internasional untuk saat ini, melainkan meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menawarkan opsi terkait isu-isu tersebut.

Waltz mengatakan menjelang pemungutan suara, "Menunda akan menelan korban jiwa."

AS memperoleh dukungan dari beberapa negara Arab dan mayoritas Muslim, dengan menerbitkan pernyataan dukungan bersama untuk teks yang ditandatangani oleh Qatar, Mesir, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Indonesia, Pakistan, Yordania, dan Turki.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Gugur dalam Serangan...
Gugur dalam Serangan AS-Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimakamkan 9 Juli
Rekomendasi
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved