Meski Sudah Dijatuhi Hukuman Mati, Mengapa India Masih Melindungi Sheikh Hasina?

Selasa, 18 November 2025 - 09:45 WIB
loading...
A A A
Menurut sumber-sumber diplomatik, India memanfaatkan hubungan dekatnya dengan AS untuk meredakan tekanan terhadap Hasina sebelum pemilu di awal tahun 2024.

Sifat hubungan yang tidak konvensional antara kedua negara selama 15 tahun terakhir secara bertahap menjadi sumber kekhawatiran di Bangladesh.

3. India Ingin Selalu Mengekang Bangladesh

“Hubungan India-Bangladesh pada dasarnya menjadi hubungan antara satu individu dan satu partai,” kata Shafqat Munir, seorang peneliti senior di Institut Studi Perdamaian dan Keamanan Bangladesh, dilansir The Guardian.

Dalam pandangan yang digaungkan oleh beberapa analis, Munir mendesak New Delhi untuk meninjau kembali pendekatannya terhadap Bangladesh setelah gerakan demokrasi rakyat yang menjatuhkan Hasina. Pemerintahan sementara, yang dipimpin oleh ekonom terkemuka dan peraih Nobel Muhammad Yunus, kini telah terbentuk, menjanjikan reformasi yang meluas dan akuntabilitas atas tindakan pemerintahan Hasina. Meskipun demikian, Yunus menekankan bahwa mereka menghadapi tantangan yang monumental dan kemungkinan akan memakan waktu berbulan-bulan sebelum pemilu dapat diselenggarakan.

“Kini India perlu menerima kenyataan bahwa Sheikh Hasina telah tiada, ia telah menjadi sejarah, dan hubungan ini harus sepenuhnya diatur ulang dan dirombak,” kata Munir. “Hubungan antarnegara tidak boleh terbelenggu oleh perubahan-perubahan pemerintahan.”

Salah satu isu yang mengancam akan semakin memperburuk hubungan India-Bangladesh adalah keberadaan Hasina di India. Meskipun keluarganya mengatakan hal ini hanya sementara dan belum ada kelanjutannya.

Meskipun Bangladesh telah mengajukan permintaan ekstradisi resmi untuk kepulangannya, semakin banyak seruan dari para aktivis dan lawan politik agar Hasina dipulangkan.

Lebih dari 100 kasus yang menuduh mantan perdana menteri tersebut berperan dalam pembunuhan dan penculikan telah diajukan terhadap Hasina, dan Pengadilan Kejahatan Internasional Bangladesh sedang menyelidikinya atas tuduhan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait dengan pembunuhan yang terjadi selama protes baru-baru ini. Pemerintah Hasina sebelumnya membantah adanya pelanggaran hak asasi manusia. Pemerintah Bangladesh juga telah mencabut paspor diplomatik yang digunakan Hasina untuk bepergian ke India.

4. India Terus Mengintervensi Politik Bangladesh

Minggu ini, pemimpin Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), Mirza Fakhrul Islam Alamgir, mengajukan permohonan langsung kepada India untuk memulangkan Hasina, dan menuduh bahwa Hasina menggunakan tempat persembunyiannya di negara itu untuk mencoba menggagalkan pemerintahan sementara dan gerakan demokrasi di Bangladesh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Pesawat Pengebom Su-24...
Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas
Rekomendasi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Berita Terkini
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Infografis
MA Ubah Hukuman Mati...
MA Ubah Hukuman Mati Ferdy Sambo jadi Penjara Seumur Hidup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved