Meski Sudah Dijatuhi Hukuman Mati, Mengapa India Masih Melindungi Sheikh Hasina?

Selasa, 18 November 2025 - 09:45 WIB
loading...
Meski Sudah Dijatuhi...
Sheikh Hasina selalu dilindungi India. Foto/X/@SumitHansd
A A A
DHAKA - Dulu, ketika protes melanda Bangladesh dan mayat-mayat bergelimpangan di jalanan, Perdana Menteri Sheikh Hasina buru-buru naik helikopter. Ia tidak ditemani oleh ajudan politik mana pun dan tidak memberi tahu menteri seniornya bahwa ia akan pergi. Dalam hitungan jam, ia mendarat di negara tetangga, India, tempat ia berada sejak saat itu.

Protes yang menyebabkan kejatuhan Hasina dengan cepat meningkat dari demonstrasi mahasiswa di kampus-kampus menjadi revolusi massa nasional, dengan ratusan ribu orang menuntut pemecatannya dan kembalinya demokrasi. Pemerintah Hasina merespons dengan serangan kekerasan dan peluru, yang mengakibatkan ratusan orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka.

Keputusan Hasina untuk melarikan diri pada 5 Agustus 2024 silam setelah para pengunjuk rasa menyerbu kediamannya disambut dengan sorak sorai di seluruh Bangladesh, tetapi di koridor kekuasaan di New Delhi, runtuhnya rezim Hasina dianggap sebagai bencana.

Meski Sudah Dijatuhi Hukuman Mati, Mengapa India Masih Melindungi Sheikh Hasina?

1. India Adalah Sekutu Utama Sheik Hasina

Melansir Guardian, India telah lama dipandang sebagai sekutu terbesar Hasina.

Ia pernah diberi suaka di negara itu sebelumnya, pada tahun 1975, setelah ayahnya, pejuang kemerdekaan Sheikh Mujibur Rahman, dibunuh dan ia tinggal di pengasingan di India selama lebih dari enam tahun, bersama suami dan anak-anaknya, sebelum kembali ke Bangladesh pada tahun 1981.

Baca Juga: Mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina Divonis Hukuman Mati

2. Memiliki Hubungan Baik dengan Partai BJP dan Kongres

Hubungan pribadi Hasina yang erat dengan partai BJP dan Kongres di New Delhi membantu Bangladesh menjadi sekutu regional India yang paling dekat dan paling setia. Pada saat yang sama, hubungan tersebut memberi India pijakan penting di lingkungan mereka yang seringkali tidak bersahabat dan menjauhkan Bangladesh dari cengkeraman China.

Baik pada masa jabatan pertamanya dari tahun 1996 hingga 2001 maupun ketika ia terpilih kembali pada tahun 2009 dan seterusnya, Hasina mulai memberikan pengaruh kepada India melalui kerja sama ekonomi dan keamanan, termasuk akses ke jalur perairan penting dan memungkinkan bisnis India untuk melakukan transaksi yang menguntungkan di negara tersebut.

Sebagai balasannya, India tidak hanya menutup mata ketika rezimnya semakin represif dan otokratis, tetapi para pejabat dan menteri India juga dituduh oleh komunitas internasional secara aktif mengintervensi urusan Bangladesh untuk mempertahankan jabatannya, serta menekan negara-negara lain agar menerima kepemimpinannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Berita Terkini
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Infografis
Keras! 5 Negara Ini...
Keras! 5 Negara Ini Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved