Militer Israel Akui Tembaki Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
Senin, 17 November 2025 - 21:50 WIB
loading...
Militer Israel tembaki pasukan perdamaian PBB di Lebanon. Foto/X
A
A
A
GAZA - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah melepaskan tembakan ke dua pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan. IDF beralasan salah klasifikasi "karena kondisi cuaca buruk."
"IDF menekankan bahwa tidak ada tembakan yang disengaja yang diarahkan kepada tentara UNIFIL, dan masalah ini sedang ditangani melalui jalur penghubung resmi," katanya, seraya menambahkan bahwa mereka akan melanjutkan operasi untuk "menghilangkan segala ancaman" terhadap Israel.
Sebelumnya, kantor berita Xinhua, pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengatakan pasukan Israel melepaskan tembakan dari sebuah tank Merkava yang ditempatkan di dekat sebuah pos Israel di Lebanon selatan, dengan peluru senapan mesin berat mendarat sekitar lima meter dari pasukan penjaga perdamaian yang berjalan kaki.
Baca Juga: Mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina Divonis Hukuman Mati
"Para pasukan penjaga perdamaian berlindung dan segera menghubungi pasukan Israel melalui jalur penghubung UNIFIL untuk menghentikan tembakan," kata UNIFIL.
Mereka dapat mundur dengan selamat sekitar 30 menit kemudian setelah tank tersebut mundur. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.
UNIFIL menyebut insiden tersebut sebagai "pelanggaran serius" terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, dan mendesak IDF untuk "menghentikan segala perilaku agresif dan serangan terhadap atau di dekat pasukan penjaga perdamaian," menekankan bahwa personel PBB sedang berupaya membantu memulihkan stabilitas di kawasan tersebut.
Posisi UNIFIL telah menjadi sasaran beberapa kali sejak bentrokan lintas perbatasan meletus setelah perang Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Meskipun ada gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah, Israel terus melakukan serangan berkala di Lebanon, dengan alasan ancaman Hizbullah, dan mempertahankan posisi perbatasannya melewati batas waktu penarikan pasukan pada 18 Februari.
"IDF menekankan bahwa tidak ada tembakan yang disengaja yang diarahkan kepada tentara UNIFIL, dan masalah ini sedang ditangani melalui jalur penghubung resmi," katanya, seraya menambahkan bahwa mereka akan melanjutkan operasi untuk "menghilangkan segala ancaman" terhadap Israel.
Sebelumnya, kantor berita Xinhua, pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengatakan pasukan Israel melepaskan tembakan dari sebuah tank Merkava yang ditempatkan di dekat sebuah pos Israel di Lebanon selatan, dengan peluru senapan mesin berat mendarat sekitar lima meter dari pasukan penjaga perdamaian yang berjalan kaki.
Baca Juga: Mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina Divonis Hukuman Mati
"Para pasukan penjaga perdamaian berlindung dan segera menghubungi pasukan Israel melalui jalur penghubung UNIFIL untuk menghentikan tembakan," kata UNIFIL.
Mereka dapat mundur dengan selamat sekitar 30 menit kemudian setelah tank tersebut mundur. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.
UNIFIL menyebut insiden tersebut sebagai "pelanggaran serius" terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, dan mendesak IDF untuk "menghentikan segala perilaku agresif dan serangan terhadap atau di dekat pasukan penjaga perdamaian," menekankan bahwa personel PBB sedang berupaya membantu memulihkan stabilitas di kawasan tersebut.
Posisi UNIFIL telah menjadi sasaran beberapa kali sejak bentrokan lintas perbatasan meletus setelah perang Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Meskipun ada gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah, Israel terus melakukan serangan berkala di Lebanon, dengan alasan ancaman Hizbullah, dan mempertahankan posisi perbatasannya melewati batas waktu penarikan pasukan pada 18 Februari.
(ahm)
Lihat Juga :