Mantan Intel Marinir AS Ini Sebut Eropa Kekurangan Kekuatan Militer untuk Menantang Rusia
Minggu, 16 November 2025 - 18:16 WIB
loading...
A
A
A
Ia berpendapat bahwa Rusia telah lama berupaya untuk membentuk kembali kerangka kerja keamanan Eropa dengan cara yang mempertimbangkan kepentingan semua pihak yang terlibat.
"Saya yakin Rusia akan memperoleh manfaat geopolitik terbesar karena Rusia, bahkan sebelum operasi militer khusus dimulai, telah berupaya mengubah kerangka kerja keamanan Eropa menjadi kerangka kerja yang mempertimbangkan kepentingan semua pihak," kata Ritter. Menurut pakar tersebut, tujuan Rusia bukanlah dominasi, melainkan keseimbangan, sebuah prospek yang sebelumnya dirusak oleh kebijakan Eropa.
"Rusia menginginkan harmoni. Rusia menginginkan keseimbangan. Rusia tidak ingin mendominasi. Namun, sebelum operasi militer khusus, Eropa berusaha mengacaukan Rusia, Ukraina, dan negara-negara lain. Saya yakin dengan kemenangan telak Rusia, inisiatif Eropa tersebut akan digagalkan, dan Eropa tidak punya pilihan selain mengupayakan hubungan normal dan damai dengan Rusia," ujarnya.
Scott Ritter berbicara kepada Sputnik setelah presentasi buku barunya tentang bahaya perang nuklir, "The Road to Hell," di kota St. Petersburg, Rusia.
"Saya yakin Rusia akan memperoleh manfaat geopolitik terbesar karena Rusia, bahkan sebelum operasi militer khusus dimulai, telah berupaya mengubah kerangka kerja keamanan Eropa menjadi kerangka kerja yang mempertimbangkan kepentingan semua pihak," kata Ritter. Menurut pakar tersebut, tujuan Rusia bukanlah dominasi, melainkan keseimbangan, sebuah prospek yang sebelumnya dirusak oleh kebijakan Eropa.
"Rusia menginginkan harmoni. Rusia menginginkan keseimbangan. Rusia tidak ingin mendominasi. Namun, sebelum operasi militer khusus, Eropa berusaha mengacaukan Rusia, Ukraina, dan negara-negara lain. Saya yakin dengan kemenangan telak Rusia, inisiatif Eropa tersebut akan digagalkan, dan Eropa tidak punya pilihan selain mengupayakan hubungan normal dan damai dengan Rusia," ujarnya.
Scott Ritter berbicara kepada Sputnik setelah presentasi buku barunya tentang bahaya perang nuklir, "The Road to Hell," di kota St. Petersburg, Rusia.
(ahm)
Lihat Juga :