PM Jepang Sanae Takaichi Gelar Rapat Jam 03.00 Pagi, Pemimpin Oposisi: Kebijakan Gila

Sabtu, 15 November 2025 - 19:18 WIB
loading...
PM Jepang Sanae Takaichi...
PM Jepang Sanae Takaichi menggelar rapat jam 03.00 pagi. Foto/X/@takaichi_sanae
A A A
TOKYO - Perdana menteri baru Jepang , Sanae Takaichi — yang dikenal karena etos kerjanya yang tinggi — telah memicu perdebatan nasional setelah mengadakan rapat mendadak dengan para ajudannya pada pukul 03.00 pagi. Itu merupakan sebuah langkah yang menurut para kritikus memperkuat budaya kerja berlebihan yang telah lama ada di Jepang. Itu dilapor The New York Times.

Rekaman CCTV menunjukkan Takaichi meninggalkan kediaman pribadinya di Tokyo pada Jumat dini hari untuk meninjau dokumen pengarahan menjelang sidang anggaran parlemen pukul 09.00. Pertemuan tersebut dilaporkan berlangsung hampir tiga jam dan melibatkan beberapa staf.

Insiden ini menuai kritik tajam di negara di mana 'karoshi' — atau "kematian akibat kerja berlebihan" — masih menjadi masalah sosial yang serius. Pemimpin oposisi dan mantan PM Yoshihiko Noda menyebut keputusan itu "gila", dan mengatakan tidak ada pemimpin yang seharusnya memaksa staf untuk bekerja pada jam-jam tersebut.

"Semua orang sedang tidur pada waktu itu. Ini adalah sikap yang menyedihkan bagi seorang pemimpin nasional," katanya, dilansir Noda.

Takaichi, yang menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang bulan lalu, membela diri di Parlemen, dengan mengatakan mesin faks rumahnya tidak berfungsi dan ia perlu segera meninjau dokumen. Ia mengakui "ketidaknyamanan" yang ditimbulkan kepada para ajudannya, tetapi bersikeras bahwa pertemuan awal diperlukan untuk menulis ulang tanggapan bagi para anggota parlemen.

Baca Juga: Drone Siluman GJ-11 yang Dijuluki Naga Misterius Jadi Andalan Militer China

Para pendukungnya di Partai Demokrat Liberal yang berkuasa telah mendukungnya, menyalahkan anggota parlemen oposisi karena mengajukan pertanyaan terlalu terlambat. Beberapa pemimpin bisnis juga membelanya, dengan alasan bahwa para pemimpin nasional — seperti polisi, dokter, dan tentara — diharapkan bekerja sepanjang waktu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Liburan ke Jepang Jelajah...
Liburan ke Jepang Jelajah Fukuoka Tanpa Pusing Urus Itinerary
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Kebakaran Hutan Kanada,...
Kebakaran Hutan Kanada, Laga Final Piala Dunia Spanyol Vs Argentina Ditunda?
Rekomendasi
BNPB Bangun 238 Huntap...
BNPB Bangun 238 Huntap bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
Kebijakan Kemenhut Dinilai...
Kebijakan Kemenhut Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Konservasi Gajah Dunia
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Berita Terkini
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
10 Tambang Batu Bara...
10 Tambang Batu Bara Terbesar di Dunia, Indonesia Menyumbang 4 Lokasi
Asap Kebakaran Hutan...
Asap Kebakaran Hutan Kanada Serbu New York, Trump Ancam Beri Tarif Baru
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Infografis
Mengundurkan Diri sebagai...
Mengundurkan Diri sebagai Pemimpin Partai Konservatif dan PM Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved