AS Tangkap 150 Predator Seks dalam Operasi Dirtbag
Sabtu, 15 November 2025 - 15:02 WIB
loading...
AS tangkap 150 predator seks dalam operasi Dirtbag. Foto/X/@Fla_Pol
A
A
A
WASHINGTON - Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) mengatakan menangkap sekitar 150 imigran yang terbukti bersalah atas kejahatan seksual sebagai bagian dari penyisiran besar-besaran di Florida. Itu menunjukkan bagaimana pemerintahan Donald Trump fokus pada kejahatan yang dilakukan para imigran ilegal.
Rangkaian penggerebekan, dengan nama sandi Operasi Dirtbag, berhasil menangkap lebih dari 230 “imigran ilegal kriminal,” kata DHS dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis. Para “predator seks” yang dijadwalkan dideportasi termasuk warga negara Kuba, Venezuela, dan Ukraina, kata para pejabat.
“Beberapa dakwaan termasuk penyerangan seksual, penganiayaan, dan percobaan pembunuhan,” kata Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, dilansir RT.
BacaJuga: Drone Siluman GJ-11 yang Dijuluki Naga Misterius Jadi Andalan Militer China
“Anak-anak kita akan lebih aman. Kemitraan dengan Gubernur Ron DeSantis dan Florida ini merupakan model yang ingin kami tiru di seluruh negeri,” tambahnya.
Gubernur Florida Ron DeSantis mengatakan di X bahwa penggerebekan tersebut berlangsung selama 10 hari. “Mereka adalah orang-orang yang di bawah pemerintahan Biden, dibiarkan berkeliaran tanpa ancaman deportasi serius. Zaman telah berubah,” ujarnya.
Setelah kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, Presiden AS Donald Trump memulai tindakan keras terhadap imigrasi ilegal, berjanji untuk melaksanakan deportasi terbesar dalam sejarah AS.
Presiden dan Partai Republik menuduh pendahulunya, Joe Biden, menerapkan kebijakan perbatasan terbuka yang memungkinkan penjahat kekerasan memasuki negara dan bersembunyi dari penegak hukum.
Trump telah menugaskan agen federal bersenjata lengkap untuk melakukan penggerebekan imigrasi, beberapa di antaranya dipublikasikan secara luas di media sosial, yang memicu protes dan kerusuhan di luar pusat-pusat penahanan.
Partai Demokrat menuduh Trump melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan menargetkan imigran tanpa riwayat kekerasan.
Rangkaian penggerebekan, dengan nama sandi Operasi Dirtbag, berhasil menangkap lebih dari 230 “imigran ilegal kriminal,” kata DHS dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis. Para “predator seks” yang dijadwalkan dideportasi termasuk warga negara Kuba, Venezuela, dan Ukraina, kata para pejabat.
“Beberapa dakwaan termasuk penyerangan seksual, penganiayaan, dan percobaan pembunuhan,” kata Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, dilansir RT.
BacaJuga: Drone Siluman GJ-11 yang Dijuluki Naga Misterius Jadi Andalan Militer China
“Anak-anak kita akan lebih aman. Kemitraan dengan Gubernur Ron DeSantis dan Florida ini merupakan model yang ingin kami tiru di seluruh negeri,” tambahnya.
Gubernur Florida Ron DeSantis mengatakan di X bahwa penggerebekan tersebut berlangsung selama 10 hari. “Mereka adalah orang-orang yang di bawah pemerintahan Biden, dibiarkan berkeliaran tanpa ancaman deportasi serius. Zaman telah berubah,” ujarnya.
Setelah kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, Presiden AS Donald Trump memulai tindakan keras terhadap imigrasi ilegal, berjanji untuk melaksanakan deportasi terbesar dalam sejarah AS.
Presiden dan Partai Republik menuduh pendahulunya, Joe Biden, menerapkan kebijakan perbatasan terbuka yang memungkinkan penjahat kekerasan memasuki negara dan bersembunyi dari penegak hukum.
Trump telah menugaskan agen federal bersenjata lengkap untuk melakukan penggerebekan imigrasi, beberapa di antaranya dipublikasikan secara luas di media sosial, yang memicu protes dan kerusuhan di luar pusat-pusat penahanan.
Partai Demokrat menuduh Trump melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan menargetkan imigran tanpa riwayat kekerasan.
(ahm)
Lihat Juga :