Dituding Ingin Habisi Dubes AS untuk Afsel, Iran: Itu Fitnah!

Selasa, 15 September 2020 - 01:37 WIB
loading...
Dituding Ingin Habisi...
Iran menepis tuduhan bahwa Teheran sedang mempertimbangkan kemungkinan merencanakan pembunuhan terhadap Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Afrika Selatan. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Iran menepis tuduhan bahwa Teheran sedang mempertimbangkan kemungkinan merencanakan pembunuhan terhadap Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Afrika Selatan. Langkah ini disebut sebagai pembalasan atas kematian Qassem Soleimani.

Klaim tersebut dimuat oleh media AS, Politico, yang mengutip sumber-sumber intelijen Amerika yang tidak disebutkan namanya. ( Baca juga: Balas Dendam untuk Soleimani, Iran Disebut Ingin Habisi Dubes AS untuk Afsel )

"Kami menyarankan para pejabat Amerika untuk berhenti menggunakan metode usang dan usang untuk propaganda anti-Iran di arena internasional," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzade, seperti dilansir Sputnik pada Senin (15/9/2020).

Dia menggambarkan tuduhan itu sebagai bagian dari kampanye kontra-intelijen pemerintahan Donald Trump melawan Iran dan mengecam laporan Politico sebagai sesuatu yang telah diatur sesuai pesanan, bias, dan memiliki tujuan tertentu.

Khatibzade menekankan, sudah dapat diprediksi bahwa Washington akan menggunakan tuduhan anti-Iran dan pemalsuan menjelang pemilihan presiden AS, ditambah dengan tekanan Washington untuk menyalahgunakan mekanisme Dewan Keamanan PBB dengan tujuan meningkatkan tekanan pada Teheran.

"Pemalsuan berita seperti itu mungkin akan berlanjut di masa depan tetapi "tidak diragukan lagi tidak akan berhasil, itu menambahkan dalam daftar panjang kekalahan terus-menerus Washington dalam menghadapi Iran," ungkapnya.

Dirinya lalu memuji negaranya sebagai anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab, yang katanya membuktikan komitmennya yang konstan terhadap prinsip dan norma diplomatik internasional. ( Baca juga: Syekh Ali Jaber Diserang, Imam Shamsi Ali: Pasti Ada Api sehingga Ada Asa p)

“Sebaliknya, AS dan rezim petahana di Gedung Putih yang telah mengabaikan prinsip-prinsip dasar diplomatik dan telah menjadi rezim yang nakal di arena internasional, mendalangi dan melaksanakan puluhan plot pembunuhan, penarikan diri dari banyak perjanjian internasional, melanggar integritas wilayah negara, dan pembunuhan pengecut Soleimani," ungkapnya.

Dia berjanji bahwa Iran akan melanjutkan tindakan hukum internasional di semua tingkatan sehubungan dengan pembunuhan Soleimani dan tidak akan memaafkan atau melupakan tindakan tersebut.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Berita Terkini
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved