Zelensky: Rusia Sedang Persiapkan Perang Besar di Eropa, Paling Cepat 2029

Jum'at, 14 November 2025 - 13:30 WIB
loading...
Zelensky: Rusia Sedang...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tuduh Rusia sedang persiapkan perang besar di Eropa, yang dapat dimulai paling cepat tahun 2029. Foto/Kementerian Pertahanan Rusia
A A A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia sedang mempersiapkan perang besar di Eropa, yang dapat dimulai paling cepat tahun 2029. Tuduhan ini dia sampaikan dalam unggahan di X pada hari Kamis.

"Kita perlu menekan Rusia lebih keras. Berdasarkan situasi di medan perang, kita tidak melihat Rusia ingin berhenti. Masalahnya, melihat industri pertahanan militer Rusia, kita melihat mereka meningkatkan produksinya. Dan perkiraan kami, mereka ingin melanjutkan perang ini," tulis Zelensky.

"Kami pikir jika kita memberikan tekanan besar, Rusia perlu jeda. Namun, kita harus menyadari bahwa mereka menginginkan perang besar dan bersiap untuk memulai perang sebesar itu pada tahun 2029 atau 2030—dalam periode waktu ini. Kita memandang ini sebagai tantangan yang sangat besar," paparnya.

Baca Juga: Rusia Siap Hadapi Kemungkinan Perang Langsung dengan NATO

"Saya pikir kita harus memikirkan cara menghentikan mereka sekarang di Ukraina. Tetapi juga melakukan segala upaya untuk mengurangi kemampuan mereka. Bukan memberi mereka uang, yang masih bisa mereka dapatkan dari energi. Dan bukan memberi mereka senjata. Jadi, inilah masalah yang harus kita pikirkan," lanjut Zelensky.

Komentar presiden Ukraina tersebut menggemakan peringatan dari para pemimpin Eropa bahwa Moskow mungkin sedang mempersiapkan perang skala besar di Eropa pada akhir dekade ini. Kekhawatiran ini menjadi fokus bagi anggota NATO yang telah meningkatkan janji anggaran pertahanan menjadi lima persen dari PDB.

Unggahan Zelensky merupakan seruan bagi Eropa untuk mempersenjatai diri secara memadai, sekaligus mengulangi seruan Kyiv untuk sanksi yang lebih keras terhadap Rusia, terutama ekspor energinya yang mendanai mesin perang Moskow.

Parlemen Eropa telah mengusulkan percepatan larangan penuh impor bahan bakar fosil Rusia agar berlaku efektif pada 1 Januari 2027.

Departemen Keuangan Amerika Serikat telah mengumumkan sanksi terhadap dua perusahaan minyak besar Rusia, Rosneft dan Lukoil, sebagai bagian dari langkah-langkah yang bertujuan untuk menekan Putin ke meja perundingan.

Zelensky sebelumnya mengatakan bahwa kerugian Rusia akibat sanksi tersebut akan mencapai USD50 miliar dalam setahun.

Di tengah rekor pengeluaran militer Rusia, para pemimpin Eropa telah berulang kali memperingatkan tentang ancaman yang ditimbulkan oleh Moskow terhadap benua yang telah terguncang oleh perang di Ukraina. Hal ini telah menjadi dasar bagi "Peta Jalan Kesiapan Pertahanan 2030" Komisi Eropa yang menyerukan postur pertahanan yang kuat dari benua tersebut.

Namun, terdapat kekhawatiran tentang kemampuan Eropa untuk merespons agresi Rusia dalam setengah dekade sebagaimana diuraikan oleh Zelensky. Sebuah laporan oleh Kiel Institute pada bulan Juni tahun ini menyoroti berbagai masalah terkait persenjataan kembali Eropa yang tertinggal, seperti kurangnya koordinasi antarnegara dan hambatan produksi.

Laporan tersebut juga menandai ketergantungan Eropa yang berlebihan pada jaminan keamanan AS, jika prioritas Amerika bergeser, yang menjadi perhatian mengingat retorika presiden AS yang menunjukkan bahwa Eropa mungkin tidak mendapatkan dukungan dari Washington yang telah diandalkannya selama beberapa dekade.

Moskow selama ini berinvestasi besar-besaran dalam sistem rudal, kawanan drone, dan divisi lapis baja. Negara-negara Eropa diperkirakan akan mempercepat pengerahan pasukan ke dekat Rusia dan inisiatif pengadaan bersama untuk memenuhi tujuan Peta Jalan Kesiapan Pertahanan Uni Eropa 2030.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Klasemen Peringkat Ketiga...
Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik di Piala Dunia 2026: Senegal Jaga Asa
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Berita Terkini
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved