Mikropenis, Jawaban Kemungkinan Hitler Tak Pernah Berhubungan Intim dengan Perempuan
Jum'at, 14 November 2025 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Namun, meskipun bukti genetiknya konklusif, para pakar memperingatkan bahwa dampak psikologis dan perilakunya yang hanya dapat disimpulkan. Meski demikian, para ilmuwan tetap berpendapat bahwa kondisi tersebut tetap masuk akal sehingga Hitler sulit menjalin hubungan intim.
Dr Alex Kay, seorang sejarawan di Universitas Potsdam di Jerman, mengatakan kepada film dokumenter tersebut bahwa temuan tersebut dapat membantu kita memahami kebangkitan Hitler ke tampuk kekuasaan.
“Ini akan membantu menjelaskan pengabdian Hitler yang sangat tidak biasa dan hampir sepenuhnya pada politik dalam hidupnya, yang mengesampingkan segala jenis kehidupan pribadi,” katanya.
“Para petinggi Nazi lainnya memiliki istri, anak, bahkan hubungan di luar nikah. Hitler adalah satu-satunya orang di antara seluruh pimpinan Nazi yang tidak memilikinya. Oleh karena itu, saya pikir hanya di bawah Hitler gerakan Nazi dapat berkuasa," ujarnya, seperti dikutip Newsweek, Jumat (14/11/2025).
Dia menambahkan: "Tidak seorang pun pernah benar-benar mampu menjelaskan mengapa Hitler begitu tidak nyaman berada di dekat perempuan sepanjang hidupnya, atau mengapa dia mungkin tidak pernah menjalin hubungan intim dengan perempuan. Namun, sekarang kita tahu bahwa dia menderita Sindrom Kallmann, ini bisa menjadi jawaban yang selama ini kita cari," paparnya.
"Hitler jelas sangat menentang hal ini dengan tidak memiliki keluarga, tidak memiliki anak, dan tidak menikah," imbuh dia.
Hitler menikahi teman lamanya; Eva Braun, pada 29 April 1945—tepat sehari sebelum mereka berdua bunuh diri di bunker Berlin-nya saat pasukan Sekutu mendekat. Hitler dan Braun tidak memiliki anak. Terlepas dari rumor dan teori konspirasi selama bertahun-tahun—termasuk klaim kemungkinan keturunan—tidak ada bukti kredibel yang pernah menunjukkan bahwa Hitler memiliki seorang anak.
Namun, para peneliti ingin menekankan bahwa temuan mereka tidak boleh ditafsirkan dengan cara yang melabeli atau mendiskriminasi orang yang hidup dengan kondisi medis yang sama dengan yang ditemukan dalam profil genetik Hitler.
Dr Alex Kay, seorang sejarawan di Universitas Potsdam di Jerman, mengatakan kepada film dokumenter tersebut bahwa temuan tersebut dapat membantu kita memahami kebangkitan Hitler ke tampuk kekuasaan.
“Ini akan membantu menjelaskan pengabdian Hitler yang sangat tidak biasa dan hampir sepenuhnya pada politik dalam hidupnya, yang mengesampingkan segala jenis kehidupan pribadi,” katanya.
“Para petinggi Nazi lainnya memiliki istri, anak, bahkan hubungan di luar nikah. Hitler adalah satu-satunya orang di antara seluruh pimpinan Nazi yang tidak memilikinya. Oleh karena itu, saya pikir hanya di bawah Hitler gerakan Nazi dapat berkuasa," ujarnya, seperti dikutip Newsweek, Jumat (14/11/2025).
Dia menambahkan: "Tidak seorang pun pernah benar-benar mampu menjelaskan mengapa Hitler begitu tidak nyaman berada di dekat perempuan sepanjang hidupnya, atau mengapa dia mungkin tidak pernah menjalin hubungan intim dengan perempuan. Namun, sekarang kita tahu bahwa dia menderita Sindrom Kallmann, ini bisa menjadi jawaban yang selama ini kita cari," paparnya.
"Hitler jelas sangat menentang hal ini dengan tidak memiliki keluarga, tidak memiliki anak, dan tidak menikah," imbuh dia.
Hitler menikahi teman lamanya; Eva Braun, pada 29 April 1945—tepat sehari sebelum mereka berdua bunuh diri di bunker Berlin-nya saat pasukan Sekutu mendekat. Hitler dan Braun tidak memiliki anak. Terlepas dari rumor dan teori konspirasi selama bertahun-tahun—termasuk klaim kemungkinan keturunan—tidak ada bukti kredibel yang pernah menunjukkan bahwa Hitler memiliki seorang anak.
Namun, para peneliti ingin menekankan bahwa temuan mereka tidak boleh ditafsirkan dengan cara yang melabeli atau mendiskriminasi orang yang hidup dengan kondisi medis yang sama dengan yang ditemukan dalam profil genetik Hitler.
Lihat Juga :