Donald Trump Akhiri Shutdown Terlama dalam Sejarah AS
Kamis, 13 November 2025 - 12:04 WIB
loading...
Presiden Donald Trump teken RUU Pendanaan Pemerintah untuk mengakhiri shutdown atau penutupan pemerintah federal Amerika Serikat yang telah berlangsung 43 hari. Foto/BBC
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Rabu menandatangani rancangan undang-undang (RUU) pendanaan pemerintah, yang mengakhiri penutupan pemerintah (shutdown) yang telah berlangsung selama 43 hari. Ini adalah shutdown terlama dalam sejarah Amerika Serikat.
Shutdown 43 hari tersebut menyebabkan tekanan finansial bagi pegawai federal yang tidak digaji, membuat banyak pelancong telantar di bandara, dan juga menyebabkan antrean panjang di beberapa bank makanan.
Sebelum menandatangani RUU tersebut, Trump berkata: "Hari ini kami mengirimkan pesan yang jelas bahwa kami tidak akan pernah menyerah pada pemerasan."
Baca Juga: Shutdown AS Mungkin Berakhir setelah 40 Hari yang Melumpuhkan
Pernyataan Trump disambut tepuk tangan meriah dari anggota Parlemen dari Partai Republik yang berkumpul di sekitarnya di Oval Office Gedung Putih.
Upacara penandatanganan berlangsung hanya dua jam setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dipimpin Partai Republik mengesahkan RUU tersebut dengan suara 222:209.
Tanda tangan Trump pada RUU tersebut, yang telah disetujui Senat awal pekan ini, akan memungkinkan para pegawai federal yang menganggur akibat shutdown kembali bekerja mulai Kamis (13/11/2025), menurut laporan kantor berita Reuters.
RUU tersebut akan memperpanjang pendanaan hingga 30 Januari, sehingga pemerintah federal terus menambah utangnya yang mencapai USD38 triliun per tahun.
RUU tersebut mencakup pembatalan pemecatan pegawai federal oleh pemerintahan Trump sejak shutdown dimulai pada 1 Oktober.
RUU ini juga melindungi pegawai federal dari pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih lanjut hingga Januari dan menjamin mereka akan dibayar setelah shutdown berakhir.
RUU untuk Departemen Pertanian berarti orang-orang yang bergantung pada program bantuan pangan utama akan mendapatkan dana bantuan tersebut tanpa ancaman gangguan hingga sisa tahun anggaran, menurut laporan kantor berita Associated Press.
Paket tersebut mencakup USD203,5 juta untuk meningkatkan keamanan bagi anggota Parlemen dan tambahan USD28 juta untuk keamanan para hakim Mahkamah Agung.
Reuters melaporkan bahwa berakhirnya shutdown pemerintah AS memberikan sedikit harapan bahwa layanan yang krusial, khususnya untuk perjalanan udara, akan memiliki waktu untuk pulih mengingat liburan Thanksgiving hanya tinggal dua minggu lagi.
Pemulihan bantuan pangan bagi jutaan warga negara mungkin akan memberikan ruang dalam anggaran rumah tangga untuk pengeluaran menjelang musim Natal.
Berakhirnya shutdown juga berarti pemulihan aliran data ekonomi AS dari badan-badan statistik utama dalam beberapa hari mendatang.
Shutdown 43 hari tersebut menyebabkan tekanan finansial bagi pegawai federal yang tidak digaji, membuat banyak pelancong telantar di bandara, dan juga menyebabkan antrean panjang di beberapa bank makanan.
Sebelum menandatangani RUU tersebut, Trump berkata: "Hari ini kami mengirimkan pesan yang jelas bahwa kami tidak akan pernah menyerah pada pemerasan."
Baca Juga: Shutdown AS Mungkin Berakhir setelah 40 Hari yang Melumpuhkan
Pernyataan Trump disambut tepuk tangan meriah dari anggota Parlemen dari Partai Republik yang berkumpul di sekitarnya di Oval Office Gedung Putih.
Upacara penandatanganan berlangsung hanya dua jam setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dipimpin Partai Republik mengesahkan RUU tersebut dengan suara 222:209.
Tanda tangan Trump pada RUU tersebut, yang telah disetujui Senat awal pekan ini, akan memungkinkan para pegawai federal yang menganggur akibat shutdown kembali bekerja mulai Kamis (13/11/2025), menurut laporan kantor berita Reuters.
RUU Perpanjang Pendanaan hingga Januari
RUU tersebut akan memperpanjang pendanaan hingga 30 Januari, sehingga pemerintah federal terus menambah utangnya yang mencapai USD38 triliun per tahun.
RUU tersebut mencakup pembatalan pemecatan pegawai federal oleh pemerintahan Trump sejak shutdown dimulai pada 1 Oktober.
RUU ini juga melindungi pegawai federal dari pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih lanjut hingga Januari dan menjamin mereka akan dibayar setelah shutdown berakhir.
RUU untuk Departemen Pertanian berarti orang-orang yang bergantung pada program bantuan pangan utama akan mendapatkan dana bantuan tersebut tanpa ancaman gangguan hingga sisa tahun anggaran, menurut laporan kantor berita Associated Press.
Paket tersebut mencakup USD203,5 juta untuk meningkatkan keamanan bagi anggota Parlemen dan tambahan USD28 juta untuk keamanan para hakim Mahkamah Agung.
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Reuters melaporkan bahwa berakhirnya shutdown pemerintah AS memberikan sedikit harapan bahwa layanan yang krusial, khususnya untuk perjalanan udara, akan memiliki waktu untuk pulih mengingat liburan Thanksgiving hanya tinggal dua minggu lagi.
Pemulihan bantuan pangan bagi jutaan warga negara mungkin akan memberikan ruang dalam anggaran rumah tangga untuk pengeluaran menjelang musim Natal.
Berakhirnya shutdown juga berarti pemulihan aliran data ekonomi AS dari badan-badan statistik utama dalam beberapa hari mendatang.
(mas)
Lihat Juga :