Houthi Yaman Berhenti Serang Kapal-kapal di Laut Merah

Rabu, 12 November 2025 - 10:29 WIB
loading...
Houthi Yaman Berhenti...
Kapal berbendera Liberia dan milik Yunani, Magic Seas, terlihat tenggelam dalam gambar yang dirilis Houthi pada 8 Juli 2025. Foto/saluran militer Houthi
A A A
SANAA - Pejuang Houthi Yaman tampaknya secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa mereka telah menghentikan serangan terhadap Israel dan kapal-kapal di Laut Merah. Perkembangan ini terjadi saat gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat (AS) di Gaza masih berlaku.

Houthi telah melancarkan kampanye militer menyerang kapal-kapal melalui koridor Laut Merah dalam apa yang mereka sebut sebagai solidaritas dengan Palestina di tengah perang Israel di Gaza.

Kelompok ini telah melancarkan berbagai serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah sejak akhir 2023, menargetkan kapal-kapal yang mereka anggap terkait dengan Israel atau para pendukungnya.

Namun, dalam surat tanpa tanggal kepada Brigade Qassam Hamas, yang baru-baru ini dipublikasikan secara daring, Houthi mengindikasikan mereka telah menghentikan serangan mereka.

Kelompok ini belum secara resmi mengumumkan penghentian serangan terhadap kapal-kapal di wilayah tersebut.

"Kami memantau perkembangan dengan saksama dan menyatakan jika musuh melanjutkan agresinya terhadap Gaza, kami akan kembali melakukan operasi militer jauh di dalam entitas Zionis (Israel), dan kami akan memberlakukan kembali larangan navigasi Israel di Laut Merah dan Laut Arab," ungkap bunyi surat dari Yusuf Hassan al-Madani, kepala staf angkatan bersenjata Houthi.

Gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat yang rapuh mulai berlaku di Gaza pada 10 Oktober.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved