Berambisi Rebut Kiev, Warga Ukraina di Wilayah Dikuasai Rusia Akan Dipaksa untuk Ikut Berperang

Minggu, 09 November 2025 - 18:20 WIB
loading...
Berambisi Rebut Kiev,...
Warga Ukraina di wilayah yang dikuasai Rusia dipaksa untuk ikut berperang. Foto/X
A A A
MOSKOW - Kremlin mengklaim telah secara resmi memasukkan wilayah Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson di Ukraina yang diduduki sementara ke dalam Distrik Militer Selatan Rusia , sebuah langkah yang akan memungkinkan Moskow untuk memperluas wajib militer paksa di wilayah-wilayah tersebut. Pasalnya, Rusia masih berambisi menguasai Kiev.

Krimea yang diduduki Rusia telah dimasukkan ke dalam distrik ini, menurut Pusat Penanggulangan Disinformasi Ukraina.

“Kremlin sedang mengintensifkan kebijakan mobilisasi represifnya, meletakkan dasar bagi wajib militer ilegal lebih lanjut bagi warga Ukraina di wilayah pendudukan sementara untuk mengkompensasi kerugian militernya sendiri,” demikian pernyataan pusat tersebut, dilansir Euro News.

Bagaimana Moskow memaksa warga Ukraina untuk bertempur di tentara Rusia?

1. Mewajibkan Paspor Rusia di Wilayah Ukraina yang Diduduki Moskow

Kampanye pasporisasi paksa Rusia di Ukraina telah berlangsung sejak invasi pertama Moskow pada tahun 2014 dan aneksasi sepihak Krimea yang diakibatkannya.

Setelah melancarkan invasi skala penuh pada tahun 2022, Kremlin memperluas kebijakan ini ke wilayah lain yang berada di bawah pendudukan Rusia.

Mereka yang menolak mendapatkan paspor Rusia di wilayah pendudukan Ukraina tidak memiliki akses ke layanan kesehatan, pendidikan, tunjangan sosial, atau bahkan bantuan kemanusiaan. Mengingat orang-orang ini tidak dapat bepergian dan meninggalkan wilayah pendudukan, kehidupan mereka menjadi sangat sulit.

Pada bulan Maret, Kremlin memerintahkan semua warga Ukraina yang tinggal di wilayah pendudukan Rusia untuk mendapatkan paspor Rusia atau "pergi" paling lambat 10 September.

Kampanye tersebut mengakibatkan warga negara Ukraina dipaksa wajib militer ke dalam tentara Rusia dan dikirim untuk berperang melawan negara mereka sendiri.

Sejak dimulainya perang habis-habisan pada tahun 2022 hingga musim panas 2024, Rusia telah memobilisasi sekitar 300.000 orang dari penduduk lokal di Ukraina yang diduduki, menurut Kelompok Hak Asasi Manusia Timur dan Institut Studi Strategis dan Keamanan (ISRS). Angka-angka ini telah didukung oleh dinas intelijen Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Berita Terkini
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Infografis
Jerman akan Gelar Latihan...
Jerman akan Gelar Latihan Militer untuk Hadapi Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved