Berambisi Rebut Kiev, Warga Ukraina di Wilayah Dikuasai Rusia Akan Dipaksa untuk Ikut Berperang

Minggu, 09 November 2025 - 18:20 WIB
loading...
A A A
Moskow juga memberlakukan serangkaian pembatasan hukum bagi mereka yang mengabaikan panggilan tersebut, termasuk melarang transaksi perbankan, menangguhkan SIM, dan memblokir perjalanan ke luar negeri.

Di tengah kemunduran militer Rusia di awal pertempuran, Putin memerintahkan "mobilisasi parsial" 300.000 prajurit cadangan pada musim gugur 2022, sebuah langkah yang sangat tidak populer yang mendorong ratusan ribu orang melarikan diri ke luar negeri untuk menghindari wajib militer.

Meskipun dekrit Putin membuka pintu bagi pemanggilan lebih banyak anggota cadangan, Kremlin telah mengubah arah dan berfokus untuk memperkuat pasukannya dengan sukarelawan, yang ditawari gaji yang relatif tinggi dan tunjangan lainnya.

Otoritas Rusia melaporkan bahwa sekitar 440.000 sukarelawan bergabung pada tahun 2024, dan 336.000 orang lainnya menandatangani kontrak militer tahun ini.

Namun, meskipun militer telah berupaya menarik lebih banyak sukarelawan, anggota parlemen menyetujui RUU lain pada hari Selasa yang menetapkan penggunaan pasukan cadangan untuk melindungi "fasilitas penting" di beberapa wilayah — sebuah langkah yang menurut para pembuatnya dimaksudkan untuk memperkuat pertahanan terhadap pesawat tanpa awak Ukraina yang telah beroperasi lebih dari 1.000 kilometer di dalam wilayah Rusia.

Rancangan undang-undang ini tidak akan berlaku untuk semua anggota cadangan. Hanya mereka yang menandatangani kontrak untuk tetap menjadi anggota cadangan aktif yang akan terpengaruh.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Sampaikan Belasungkawa,...
Sampaikan Belasungkawa, Menlu RI Tekankan Peran Sheikh Hamad bagi Persahabatan Indonesia-Qatar
Trump Kumpulkan Pejabat...
Trump Kumpulkan Pejabat AS di Situation Room Gedung Putih, Bahas Serangan Dahsyat ke Iran
Rekomendasi
Mbah Dimas Bongkar Kisah...
Mbah Dimas Bongkar Kisah Keluarga Kehilangan Anak, Diduga Berkaitan dengan Perjanjian Gaib
Tembus Cetakan ke-100,...
Tembus Cetakan ke-100, Buku Filosofi Teras Resmi Diadaptasi Jadi Film Layar Lebar!
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Infografis
3 Alasan Rusia Kini...
3 Alasan Rusia Kini Didukung AS untuk Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved