1 Juta Warga Filipina Diminta Mengungsi ketika Topan Super Fung-wong Mendekat
Minggu, 09 November 2025 - 15:18 WIB
loading...
A
A
A
Di Isabela di Luzon utara, puluhan keluarga berlindung di lapangan basket yang dialihfungsikan sebagai pusat evakuasi.
"Kami mendengar di berita bahwa topan itu sangat kuat, jadi kami mengungsi lebih awal," kata Christopher Sanchez, 50 tahun, yang mengungsi bersama keluarganya.
"Rumah kami sejak setiap kali ada badai, kami datang ke sini karena kami tinggal tepat di sebelah sungai," ujarnya kepada kantor berita Reuters. "Dalam badai-badai sebelumnya, ketinggian air banjir melebihi ketinggian manusia.
"Kami takut," katanya. "Kami di sini bersama cucu-cucu dan anak-anak kami. Seluruh keluarga berada di area evakuasi."
Pihak berwenang di provinsi-provinsi utara yang akan diterjang atau disapu oleh Fung-wong sementara itu telah mengumumkan penutupan sekolah dan sebagian besar kantor pemerintah secara preemptif pada hari Senin dan Selasa. Setidaknya 325 penerbangan domestik dan 61 penerbangan internasional telah dibatalkan selama akhir pekan dan hingga Senin, dan lebih dari 6.600 penumpang dan pekerja kargo terdampar di setidaknya 109 pelabuhan, di mana penjaga pantai melarang kapal berlayar ke laut lepas.
Pihak berwenang memperingatkan "risiko tinggi gelombang badai yang mengancam jiwa dan merusak" setinggi lebih dari 3 meter (10 kaki) di sepanjang pantai di lebih dari 20 provinsi dan wilayah, termasuk Manila metropolitan.
Filipina dilanda sekitar 20 topan dan badai setiap tahun. Negara ini juga sering dilanda gempa bumi dan memiliki lebih dari selusin gunung berapi aktif, menjadikannya salah satu negara paling rawan bencana di dunia.
"Kami mendengar di berita bahwa topan itu sangat kuat, jadi kami mengungsi lebih awal," kata Christopher Sanchez, 50 tahun, yang mengungsi bersama keluarganya.
"Rumah kami sejak setiap kali ada badai, kami datang ke sini karena kami tinggal tepat di sebelah sungai," ujarnya kepada kantor berita Reuters. "Dalam badai-badai sebelumnya, ketinggian air banjir melebihi ketinggian manusia.
"Kami takut," katanya. "Kami di sini bersama cucu-cucu dan anak-anak kami. Seluruh keluarga berada di area evakuasi."
Pihak berwenang di provinsi-provinsi utara yang akan diterjang atau disapu oleh Fung-wong sementara itu telah mengumumkan penutupan sekolah dan sebagian besar kantor pemerintah secara preemptif pada hari Senin dan Selasa. Setidaknya 325 penerbangan domestik dan 61 penerbangan internasional telah dibatalkan selama akhir pekan dan hingga Senin, dan lebih dari 6.600 penumpang dan pekerja kargo terdampar di setidaknya 109 pelabuhan, di mana penjaga pantai melarang kapal berlayar ke laut lepas.
Pihak berwenang memperingatkan "risiko tinggi gelombang badai yang mengancam jiwa dan merusak" setinggi lebih dari 3 meter (10 kaki) di sepanjang pantai di lebih dari 20 provinsi dan wilayah, termasuk Manila metropolitan.
Filipina dilanda sekitar 20 topan dan badai setiap tahun. Negara ini juga sering dilanda gempa bumi dan memiliki lebih dari selusin gunung berapi aktif, menjadikannya salah satu negara paling rawan bencana di dunia.
(ahm)
Lihat Juga :