COVID-19 di Spanyol Tewaskan 18.255 Orang, Terbanyak Ketiga di Dunia
Rabu, 15 April 2020 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun tambahan jumlah kasus baru COVID-19 tidak begitu tajam di daerah yang terpukul parah seperti Madrid dan Barcelona, setiap rumah sakit di dua wilayah itu tetap dalam tekanan."Tempat tidur di unit perawatan intensif tetap dalam situasi tekanan tinggi," kata Simon, seperti dikutip AFP.
Spanyol memperketat lockdown atau penguncian wilayah pada 30 Maret dengan membekukan semua kegiatan yang tidak penting seperti konstruksi dan manufaktur selama dua minggu. Namun, langkah itu dicabut pada hari Senin meskipun ada peringatan dari beberapa pihak bahwa pencabutan yang terlalu cepat dapat memicu wabah baru.
Menteri Transportasi Jose Luis Abalos mengatakan pada hari Senin bahwa sekitar dua pertiga penduduk benar-benar mengikuti aturan lockdown atau praktis tidak keluar rumah sama sekali.
Penguncian wilayah di Spanyol diperkirakan akan tetap dilakukan setidaknya sampai 25 April mendatang.
Spanyol memperketat lockdown atau penguncian wilayah pada 30 Maret dengan membekukan semua kegiatan yang tidak penting seperti konstruksi dan manufaktur selama dua minggu. Namun, langkah itu dicabut pada hari Senin meskipun ada peringatan dari beberapa pihak bahwa pencabutan yang terlalu cepat dapat memicu wabah baru.
Menteri Transportasi Jose Luis Abalos mengatakan pada hari Senin bahwa sekitar dua pertiga penduduk benar-benar mengikuti aturan lockdown atau praktis tidak keluar rumah sama sekali.
Penguncian wilayah di Spanyol diperkirakan akan tetap dilakukan setidaknya sampai 25 April mendatang.
(min)
Lihat Juga :