Trump Berharap Pasukan Stabilisasi Internasional Segera Tiba di Gaza

Jum'at, 07 November 2025 - 18:01 WIB
loading...
Trump Berharap Pasukan...
Warga Palestina melanjutkan kegiatan sehari-hari mereka saat pasar dan toko dibuka kembali setelah penarikan pasukan Israel dari kota-kota dan desa-desa di selatan Khan Yunis, Gaza, pada 14 Oktober 2025. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berharap pasukan stabilisasi internasional yang dikoordinasi AS akan tiba di Gaza "segera" sebagai bagian dari rencana pascaperangnya untuk wilayah kantong tersebut. Gaza saat ini masih menderita krisis kemanusiaan di tengah pemboman Israel yang terus berlanjut.

"Ini akan segera terjadi. Dan Gaza berjalan dengan sangat baik," ujar presiden pada hari Kamis (6/11/2025).

Dia menambahkan aliansi "negara-negara yang sangat kuat" telah mengajukan diri untuk campur tangan jika muncul masalah dengan kelompok bersenjata Palestina Hamas, yang belum mengonfirmasi akan melucuti senjatanya.

Proyeksi presiden tersebut muncul ketika Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa bersiap memulai negosiasi guna mengesahkan mandat dua tahun bagi badan pemerintahan transisi dan pasukan stabilisasi, yang seharusnya melindungi warga sipil, mengamankan wilayah perbatasan, dan melatih polisi Palestina.

Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Selasa bahwa setiap pasukan stabilisasi harus memiliki "legitimasi internasional penuh" untuk mendukung warga Palestina di Gaza.

Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa negosiasi diperkirakan akan dimulai pada hari Kamis, setelah negaranya mengedarkan rancangan resolusi tersebut kepada 10 anggota terpilih DK PBB dan beberapa mitra regional pekan ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Aksi Nekat Melamar di...
Aksi Nekat Melamar di Puncak Gedung Empire State, Pasangan Rusia Ditangkap
Parah! Penjaga Daycare...
Parah! Penjaga Daycare Ini Masukkan Anak yang Rewel ke Dalam Mesin Cuci
Rekomendasi
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
Deretan Rekor Bersejarah...
Deretan Rekor Bersejarah Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved