Pejabat Mesir: Rencana Trump Pisahkan Pemerintahan Gaza dari Pasukan Stabilitas Internasional

Kamis, 06 November 2025 - 21:15 WIB
loading...
Pejabat Mesir: Rencana...
Pejuang Hamas di Jalur Gaza. Foto/anadolu
A A A
KAIRO - Kepala Dinas Informasi Negara Mesir, Diaa Rashwan, mengatakan rencana yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait Jalur Gaza memisahkan pemerintah Gaza dari pasukan stabilitas internasional. Dia menambahkan rakyat Palestina tidak akan menerima pasukan keamanan asing untuk mengelola Gaza.

Dalam wawancara yang disiarkan televisi, Rashwan menjelaskan pasukan stabilitas yang diusulkan di Gaza akan menjadi unit militer yang bertanggung jawab untuk memisahkan Israel dan Gaza selama penarikan pasukan Israel dan untuk mengamankan wilayah di sekitar Jalur Gaza dari dalam Gaza.

Ia mengklarifikasi pasukan tersebut akan disebut "pasukan stabilitas", bukan "pasukan administrasi Gaza".

Ketentuan lain dalam rencana tersebut, tambahnya, mencakup dewan perdamaian yang mengawasi satu komite yang akan mengelola Jalur Gaza.

Rashwan menekankan, "Mencampuradukkan kedua peran ini – misi militer dan administrasi Gaza – adalah menyesatkan."

Ia mencatat kebocoran yang menunjukkan pasukan tersebut akan mengambil tanggung jawab seperti mengelola keamanan Gaza atau melucuti senjata kelompok bersenjata, sebagaimana disebutkan dalam rancangan resolusi AS yang saat ini sedang dibahas di Dewan Keamanan PBB, tidak dimaksudkan untuk disetujui, melainkan untuk mendorong diskusi.

Ia menunjukkan Israel menetapkan persyaratan seolah-olah telah memenangkan perang di Gaza, sementara pemerintahan Trump tidak berniat menerima semua tuntutan ini.

Ia menambahkan, menugaskan pasukan militer internasional untuk melucuti senjata Hamas akan menciptakan dilema serius dan kemungkinan besar akan memicu konfrontasi.

Rashwan menekankan tidak ada negara yang akan setuju untuk mengambil tugas seperti itu, karena dapat mengakibatkan bentrokan bersenjata.

Ia menyatakan polisi Palestina yang terlatih harus mengelola urusan internal Gaza, dan pendekatan yang paling tepat adalah membentuk komite independen untuk menangani tata kelola sehari-hari di Jalur Gaza.

Ia menyimpulkan, “Palestina, baik yang menjadi bagian dari Otoritas Palestina maupun kelompok perlawanan, tidak akan pernah menerima pemerintahan keamanan asing di Gaza, karena ini akan dianggap sebagai pendudukan, alih-alih perwalian."

Baca juga: Trump Ajukan Cara Damai Israel Lucuti Senjata Hamas di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved