Israel Tetapkan Wilayah Perbatasan Mesir sebagai Zona Militer Tertutup, Ancam Tembak Siapa Pun
Kamis, 06 November 2025 - 19:15 WIB
loading...
Militer Israel berada di dekat wilayah Mesir. Foto/anadolu
A
A
A
TEL AVIV - Menteri Pertahanan Israel Katz telah memerintahkan militer menetapkan wilayah perbatasan Israel-Mesir sebagai zona militer terbatas dan mengizinkan pasukan Israel "menyerang pihak mana pun yang tidak berwenang" yang masuk.
Langkah ini diperlukan untuk menindak drone yang menyelundupkan senjata di wilayah tersebut, menurut pernyataan dari kantornya.
The Times of Israel melaporkan militer belum mengumumkan wilayah baru yang ditutup militer di sepanjang perbatasan sepanjang 200 km.
Para kritikus menuduh Israel merebut wilayah di Gaza sebagai "zona penyangga" tempat instalasi militer sedang dibangun.
Sementara itu, Dewan Pengungsi Norwegia mengatakan hanya 100 truk bantuan yang memasuki Gaza setiap hari melalui sistem PBB karena LSM dan organisasi kemanusiaan lainnya "secara efektif dilarang" untuk membawa bantuan yang sangat dibutuhkan.
"Mungkin ada bantuan yang datang melalui pemerintah seperti (UEA dan Mesir) yang tidak kami awasi, tetapi kami tahu jumlah bantuan yang masuk sama sekali tidak mencukupi untuk kebutuhan yang sangat besar di Gaza setelah dua tahun pemboman dan penghancuran," ujar penasihat komunikasi Shaina Low kepada Al Jazeera.
"Kami memiliki bantuan senilai sekitar USD4 juta yang tersimpan di gudang-gudang di Mesir, menunggu untuk disalurkan, termasuk tempat berlindung dan perlengkapan kebersihan yang akan sangat penting untuk musim dingin yang akan datang,” papar dia.
Dia menjelaskan, "Tetapi setiap kali kami mengajukan permohonan kepada Israel, kami selalu ditolak."
Baca juga: Saatnya Menagih Janji Zohran Mamdani Menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu
Langkah ini diperlukan untuk menindak drone yang menyelundupkan senjata di wilayah tersebut, menurut pernyataan dari kantornya.
The Times of Israel melaporkan militer belum mengumumkan wilayah baru yang ditutup militer di sepanjang perbatasan sepanjang 200 km.
Para kritikus menuduh Israel merebut wilayah di Gaza sebagai "zona penyangga" tempat instalasi militer sedang dibangun.
Sementara itu, Dewan Pengungsi Norwegia mengatakan hanya 100 truk bantuan yang memasuki Gaza setiap hari melalui sistem PBB karena LSM dan organisasi kemanusiaan lainnya "secara efektif dilarang" untuk membawa bantuan yang sangat dibutuhkan.
"Mungkin ada bantuan yang datang melalui pemerintah seperti (UEA dan Mesir) yang tidak kami awasi, tetapi kami tahu jumlah bantuan yang masuk sama sekali tidak mencukupi untuk kebutuhan yang sangat besar di Gaza setelah dua tahun pemboman dan penghancuran," ujar penasihat komunikasi Shaina Low kepada Al Jazeera.
"Kami memiliki bantuan senilai sekitar USD4 juta yang tersimpan di gudang-gudang di Mesir, menunggu untuk disalurkan, termasuk tempat berlindung dan perlengkapan kebersihan yang akan sangat penting untuk musim dingin yang akan datang,” papar dia.
Dia menjelaskan, "Tetapi setiap kali kami mengajukan permohonan kepada Israel, kami selalu ditolak."
Baca juga: Saatnya Menagih Janji Zohran Mamdani Menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu
(sya)
Lihat Juga :