Zohran Mamdani Sapa Imigran New York 'Ana Minkum, Wa Ilaykum', Ini Artinya
Kamis, 06 November 2025 - 12:15 WIB
loading...
Wali kota terpilih New York City, Zohran Mamdani, menyapa para imigran dengan bahasa Arab Ana minkum wa ilaykum dalam pidato kemenangan pemilunya. Foto/The New York Times/Amir Hamja
A
A
A
NEW YORK - Politisi Muslim Zohran Kwame Mamdani telah menyapa para imigran dalam pidato kemenangan pemilihan wali kota New York City (NYC), Amerika Serikat (AS). Dia menyapa dengan kalimat berbahasa Arab yang disambut tepuk tangan meriah oleh para pendukungnya di malam bersejarah bagi NYC.
Mamdani (34) adalah wali kota Muslim pertama di New York City. Dia menggunakan pidato kemenangannya untuk merayakan multikulturalisme kota tersebut dan mengatakan bahwa imigran adalah bagian penting dari strukturnya.
Kemenangan kandidat Demokrat ini diraih di tengah serangan sengit terhadap kebijakan dan warisan Muslimnya, termasuk dari Presiden Donald Trump, elite bisnis, kelompok pendukung Israel, dan media konservatif.
Baca Juga: Saatnya Menagih Janji Zohran Mamdani Menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu
Dia berjanji akan membangun New York City yang lebih inklusif dan representatif.
"Anda menunjukkan bahwa ketika politik berbicara kepada Anda tanpa merendahkan, kita dapat mengantar era kepemimpinan baru," kata Mamdani dalam pidatonya di Teater Paramount Brooklyn yang penuh sesak.
"Kami akan berjuang untuk Anda karena kami adalah Anda. Atau seperti yang kami katakan di Steinway (Street), ana minkum wa ilaykum (saya dari Anda dan untuk Anda)," paparnya, seperti dikutip The Guardian, Kamis (6/11/2025).
Terletak di wilayah Queens, Steinway Street sering disebut sebagai "Mesir Kecil", rumah bagi banyak kafe, ruang shisha, toko roti, dan restoran milik orang Arab.
"Terima kasih kepada mereka yang sering terlupakan oleh politik kota kita, yang telah menjadikan gerakan ini milik mereka," ujar wali kota terpilih tersebut, sebelum menyampaikan apresiasinya kepada kelompok-kelompok imigran di kota tersebut.
"Saya berbicara tentang para pemilik toko kelontong Yaman dan para abuela (nenek-nenek) Meksiko. Sopir taksi Senegal dan perawat Uzbekistan. Juru masak Trinidad dan bibi-bibi Etiopia–ya, bibi-bibi," ujarnya.
"Kepada setiap warga New York di Kensington, Midwood, dan Hunts Point, ketahuilah ini–kota ini adalah kota Anda, dan demokrasi ini juga milik Anda."
Sepanjang kampanyenya, Mamdani menjadi sasaran tuduhan "antisemitisme" dari para pendukung Israel atas kritiknya terhadap perang genosida Israel di Gaza dan dukungannya terhadap perjuangan Palestina.
Namun, banyak kelompok dan individu Yahudi juga memberikan ucapan selamat kepadanya, dengan sekitar 33 persen pemilih Yahudi memilihnya.
Mamdani lahir di Uganda dengan warisan India dan menjadi warga negara AS yang dinaturalisasi pada tahun 2018.
Dengan populasi sekitar 8,5 juta jiwa, New York City adalah salah satu kota paling beragam di dunia.
Pada tahun 2025, lebih dari 3 juta imigran tinggal di New York City, yang merupakan sekitar 38 persen dari populasi.
Mamdani (34) adalah wali kota Muslim pertama di New York City. Dia menggunakan pidato kemenangannya untuk merayakan multikulturalisme kota tersebut dan mengatakan bahwa imigran adalah bagian penting dari strukturnya.
Kemenangan kandidat Demokrat ini diraih di tengah serangan sengit terhadap kebijakan dan warisan Muslimnya, termasuk dari Presiden Donald Trump, elite bisnis, kelompok pendukung Israel, dan media konservatif.
Baca Juga: Saatnya Menagih Janji Zohran Mamdani Menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu
Dia berjanji akan membangun New York City yang lebih inklusif dan representatif.
"Anda menunjukkan bahwa ketika politik berbicara kepada Anda tanpa merendahkan, kita dapat mengantar era kepemimpinan baru," kata Mamdani dalam pidatonya di Teater Paramount Brooklyn yang penuh sesak.
"Kami akan berjuang untuk Anda karena kami adalah Anda. Atau seperti yang kami katakan di Steinway (Street), ana minkum wa ilaykum (saya dari Anda dan untuk Anda)," paparnya, seperti dikutip The Guardian, Kamis (6/11/2025).
Terletak di wilayah Queens, Steinway Street sering disebut sebagai "Mesir Kecil", rumah bagi banyak kafe, ruang shisha, toko roti, dan restoran milik orang Arab.
"Terima kasih kepada mereka yang sering terlupakan oleh politik kota kita, yang telah menjadikan gerakan ini milik mereka," ujar wali kota terpilih tersebut, sebelum menyampaikan apresiasinya kepada kelompok-kelompok imigran di kota tersebut.
"Saya berbicara tentang para pemilik toko kelontong Yaman dan para abuela (nenek-nenek) Meksiko. Sopir taksi Senegal dan perawat Uzbekistan. Juru masak Trinidad dan bibi-bibi Etiopia–ya, bibi-bibi," ujarnya.
"Kepada setiap warga New York di Kensington, Midwood, dan Hunts Point, ketahuilah ini–kota ini adalah kota Anda, dan demokrasi ini juga milik Anda."
Sepanjang kampanyenya, Mamdani menjadi sasaran tuduhan "antisemitisme" dari para pendukung Israel atas kritiknya terhadap perang genosida Israel di Gaza dan dukungannya terhadap perjuangan Palestina.
Namun, banyak kelompok dan individu Yahudi juga memberikan ucapan selamat kepadanya, dengan sekitar 33 persen pemilih Yahudi memilihnya.
Mamdani lahir di Uganda dengan warisan India dan menjadi warga negara AS yang dinaturalisasi pada tahun 2018.
Dengan populasi sekitar 8,5 juta jiwa, New York City adalah salah satu kota paling beragam di dunia.
Pada tahun 2025, lebih dari 3 juta imigran tinggal di New York City, yang merupakan sekitar 38 persen dari populasi.
(mas)
Lihat Juga :