Rusia Kecam Keputusan AS Bentuk Aliansi Melawan Negara Ketiga

Senin, 14 September 2020 - 18:51 WIB
loading...
Rusia Kecam Keputusan...
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengkritik kebijakan Amerika Serikat (AS) yang membentuk aliansi melawan negara ketiga. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia , Sergei Lavrov mengkritik kebijakan Amerika Serikat (AS) yang membentuk aliansi melawan negara ketiga, termasuk di dalamnya China. Lavrov menyebut kebijakan ini tidak biasa.

Menanggapi pertanyaan tentang upaya Washington untuk mengadu domba negara lain melawan China atau Rusia, Lavrov mengatakan bahwa kebijakan ini benar-benar asing bagi Moskow. ( Baca juga: Intelijen Sebut Iran Berencana Bunuh Dubes AS untuk Afrika Selatan )

"Baik Rusia, maupun China, atau sekutu kami tidak pernah menawarkan seseorang untuk menjadi teman melawan seseorang," kata Lavrov saat melakukan wawancara dengan media setempat, seperti dilansir Xinhua pada Senin (14/9/2020).

"Kami memiliki budaya diplomatik dan politik yang sama sekali berbeda. Kami memiliki keinginan untuk mengembangkan hubungan baik dengan semua orang," sambung diplomat senior Rusia tersebut. ( Baca juga: Saingi Google, Huawei Luncurkan Search Engine Sendiri )

Lavrov kemudian mengatakan bahwa Rusia tidak pernah mengajukan prasyarat untuk kerja sama agar mitranya harus sengaja memperburuk hubungan dengan beberapa negara. "Menjadi teman untuk melawan seseorang, menurut saya, sangat bertentangan dengan arti kata persahabatan," tambahnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved