3 Kelompok Teroris di Afrika, Yang Paling Populer Adalah Boko Haram

Selasa, 04 November 2025 - 13:25 WIB
loading...
3 Kelompok Teroris di...
Boko Haram merupakan salah satu kelompok teror di Afrika. Foto/Anadolu
A A A
LONDON - Afrika masih menghadapi serangkaian teror yang menjadikan kawasan tersebut tidak aman. Umumnya, kelompok teroris itu berafiliasi dengan ISIS atau pun Al Qaeda. Berbagai penegakan hukum sudah dilakukan, tetapi gerakan tersebut masih terus berkembang.

3 Kelompok Teroris di Afrika, Yang Paling Populer Adalah Boko Haram

1. JNIM

Jama'at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM) yang berafiliasi dengan Al-Qaeda adalah kelompok utama di balik lonjakan serangan jihadis militan yang melanda beberapa negara Afrika Barat, terutama Burkina Faso, Mali, dan Niger.

Kelompok tersebut menyatakan telah melancarkan serangan terkoordinasi besar-besaran terhadap tujuh lokasi militer di Mali barat, termasuk di dekat perbatasan dengan Senegal dan Mauritania. Kekhawatiran semakin meningkat tentang dampak JNIM terhadap stabilitas kawasan.

Burkina Faso, Mali, dan Niger telah berjuang keras untuk meredam kekerasan – dan ini merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap beberapa kudeta militer di tiga negara Sahel selama lima tahun terakhir.

Namun, seperti pemerintahan sipil yang mereka gantikan, junta tampaknya tidak mampu membendung ancaman jihadis yang semakin meningkat, terutama dari JNIM.

JNIM telah menjadi salah satu kelompok jihadis paling mematikan di Afrika hanya dalam beberapa tahun.

JNIM dipimpin oleh Iyad Ag Ghali, mantan diplomat Mali yang berasal dari kelompok etnis Tuareg. Ia memimpin pemberontakan Tuareg melawan pemerintah Mali pada tahun 2012 yang berupaya mendirikan negara merdeka bagi suku Tuareg yang disebut Azawad. Wakil pemimpin Amadou Koufa berasal dari komunitas Fulani.

Melansir BBC, para analis meyakini bahwa kepemimpinan pusat membantu mengarahkan cabang-cabang lokal yang beroperasi di seluruh wilayah Sahel di Afrika Barat.

Meskipun sulit untuk mengetahui secara pasti berapa banyak pejuang yang ada di jajaran JNIM, atau berapa banyak yang baru saja direkrut, para ahli memperkirakan jumlahnya bisa mencapai beberapa ribu – kebanyakan pemuda dan anak laki-laki yang tidak memiliki peluang ekonomi lain di salah satu wilayah termiskin di dunia.

BacaJuga: Dari Minyak hingga AI, Bagaimana Arab Saudi Menggantungkan Masa Depannya pada Revolusi Teknologi?

2. Al-Shabaab

Al-Shabaab (Harakat al-Shabaab al-Mujahideen) adalah militan Islam Sunni terkemuka dan organisasi teroris yang diakui secara resmi yang berbasis di Somalia, dengan kehadiran operasional dan pengaruh yang signifikan di seluruh Afrika Timur. Al-Shabaab merupakan salah satu afiliasi al-Qaeda yang terkuat dan tersukses di dunia.

Operasi dan basis utama Al-Shabaab berada di Somalia selatan dan tengah, tetapi mereka juga melancarkan serangan dan memelihara jaringan di negara-negara tetangga seperti Kenya, Uganda, Etiopia, dan Djibouti.

Tujuan utama kelompok ini adalah menggulingkan Pemerintah Federal Somalia (FGS) yang diakui secara internasional dan mendirikan "Somalia Raya" di bawah interpretasi ketat hukum Syariah (Islam). Al-Shabaab memandang pasukan asing sebagai "tentara salib" dan telah menyatakan komitmennya terhadap jihad global. Taktik: Al-Shabaab menggunakan beragam taktik, termasuk bom bunuh diri, bom rakitan yang dipasang di kendaraan (VBIED), serangan kompleks terhadap hotel dan pangkalan militer, pembunuhan, dan penculikan.

3. Boko Haram

Boko Haram, yang secara resmi dikenal sebagai Jama'at Ahl al-Sunna li al-Da'wa wa al-Jihad (JAS), adalah kelompok militan jihadis yang beroperasi terutama di Nigeria timur laut dan memperluas aktivitas terornya ke negara-negara tetangga di cekungan Danau Chad, yaitu Kamerun, Chad, dan Niger.

Kelompok ini menganut interpretasi ekstremis Sunni Salafi dan menentang Westernisasi atau pengaruh Barat, yang mereka anggap sebagai sumber korupsi di Nigeria. Nama "Boko Haram" sendiri secara umum diterjemahkan menjadi "Pendidikan Barat adalah terlarang".

Tujuan utamanya adalah menggulingkan pemerintah Nigeria dan mendirikan negara Islam yang menerapkan hukum Syariah secara ketat.

Mereka menggunakan berbagai taktik kekerasan, termasuk serangan bersenjata konvensional, bom bunuh diri (sering kali melibatkan perempuan dan anak-anak yang diculik), penculikan massal, dan penjarahan.

Didirikan pada tahun 2002 di Maiduguri, Nigeria, oleh Mohammed Yusuf sebagai gerakan agama non-kekerasan. Setelah penumpasan militer Nigeria pada tahun 2009 yang menewaskan Yusuf, kelompok ini mengalami radikalisasi di bawah pemimpin baru, Abubakar Shekau, dan melancarkan pemberontakan kekerasan.

Insurgensi Boko Haram telah menyebabkan puluhan ribu kematian, memicu krisis kemanusiaan yang parah, dan membuat jutaan orang mengungsi dari rumah mereka di wilayah Danau Chad. Meskipun pasukan regional telah melakukan upaya kontraterorisme yang signifikan, Boko Haram tetap menjadi ancaman yang tangguh dan baru-baru ini menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, dengan laporan serangan baru di Nigeria dan Kamerun pada tahun 2025.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
AS Sebut Sekutu NATO...
AS Sebut Sekutu NATO yang Kaya Justru Jadi Inkubator Teror
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
China Isi Kekosongan...
China Isi Kekosongan Militer di Benua Afrika, Penjualan Senjata Melonjak
Tanda-tanda Lempeng...
Tanda-tanda Lempeng Tektonik Baru Lahir di Afrika Ditemukan
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
6 Fakta Timnas Timnas...
6 Fakta Timnas Timnas Brasil Gagal Menang di Partai Pembuka Piala Dunia 2026
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Berita Terkini
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved