Skandal Lain Eks Pangeran Andrew: Booking Hotel Mewah Thailand dan Bawa 40 PSK
Selasa, 04 November 2025 - 10:01 WIB
loading...
A
A
A
Selama perjalanan ke Bangkok tersebut, Andrew menginap di salah satu hotel termewah dan tertua di Thailand di jantung kota Bangkok. Laporan menunjukkan bahwa dia ditempatkan di suite pribadi dan mengambil alih seluruh lantai hotel untuk tujuan keamanan.
Lebih lanjut, Lownie menuduh Andrew mengeksploitasi perjalanan dinas untuk mengejar kesenangan pribadi. Dia mengeklaim Andrew secara teratur mengalokasikan dua minggu waktu pribadinya untuk perjalanan yang didanai negara. Akibatnya, para pembayar pajak Inggris tanpa sadar membiayai liburan kerajaan dan dugaan pelanggaran.
Lownie berpendapat bahwa Andrew memandang tugas resmi sebagai kesempatan untuk memanjakan diri. Dia menggambarkan mantan pangeran itu sebagai seorang pria yang sedang mengalami krisis paruh baya yang "mengejar banyak sekali wanita."
Namun, Lownie juga yakin tuduhannya tersebut hanyalah sebagian kecil dari gambaran yang lebih besar. Dia mengatakan kerahasiaan pemerintah telah melindungi Andrew selama bertahun-tahun.
Menurutnya, semua berkas resmi dari satu dekade Andrew sebagai utusan perdagangan tetap tersegel. Periode tersebut mencakup tahun 2001 hingga 2011. Lownie bersikeras bahwa berkas-berkas tersebut seharusnya berada di Arsip Nasional. Dia berpendapat bahwa penutupan berkas-berkas tersebut merupakan bagian dari "konspirasi diam" seputar perilaku Andrew.
Selain itu, Lownie menyerukan transparansi segera. Dia mengeklaim Andrew sering meminta pertemuan yang melayani kepentingan bisnis pribadi. Dia mengatakan publik berhak melihat bagaimana Andrew menggunakan jabatannya di pemerintahan. Namun, para pejabat terus memblokir akses ke berkas-berkas tersebut. Lownie, yang sebelumnya pernah memperjuangkan undang-undang transparansi, berjanji untuk bekerja sama.
Lebih lanjut, Lownie menuduh Andrew mengeksploitasi perjalanan dinas untuk mengejar kesenangan pribadi. Dia mengeklaim Andrew secara teratur mengalokasikan dua minggu waktu pribadinya untuk perjalanan yang didanai negara. Akibatnya, para pembayar pajak Inggris tanpa sadar membiayai liburan kerajaan dan dugaan pelanggaran.
Lownie berpendapat bahwa Andrew memandang tugas resmi sebagai kesempatan untuk memanjakan diri. Dia menggambarkan mantan pangeran itu sebagai seorang pria yang sedang mengalami krisis paruh baya yang "mengejar banyak sekali wanita."
Namun, Lownie juga yakin tuduhannya tersebut hanyalah sebagian kecil dari gambaran yang lebih besar. Dia mengatakan kerahasiaan pemerintah telah melindungi Andrew selama bertahun-tahun.
Menurutnya, semua berkas resmi dari satu dekade Andrew sebagai utusan perdagangan tetap tersegel. Periode tersebut mencakup tahun 2001 hingga 2011. Lownie bersikeras bahwa berkas-berkas tersebut seharusnya berada di Arsip Nasional. Dia berpendapat bahwa penutupan berkas-berkas tersebut merupakan bagian dari "konspirasi diam" seputar perilaku Andrew.
Selain itu, Lownie menyerukan transparansi segera. Dia mengeklaim Andrew sering meminta pertemuan yang melayani kepentingan bisnis pribadi. Dia mengatakan publik berhak melihat bagaimana Andrew menggunakan jabatannya di pemerintahan. Namun, para pejabat terus memblokir akses ke berkas-berkas tersebut. Lownie, yang sebelumnya pernah memperjuangkan undang-undang transparansi, berjanji untuk bekerja sama.
(mas)
Lihat Juga :