Skandal Lain Eks Pangeran Andrew: Booking Hotel Mewah Thailand dan Bawa 40 PSK

Selasa, 04 November 2025 - 10:01 WIB
loading...
Skandal Lain Eks Pangeran...
Skandal baru mantan pangeran Andrew terungkap, di mana dia pernah menyewa seluruh lantai hotel mewah di Bangkok, Thailand, dan membawa sekitar 40 PSK dengan dana pajak. Foto/Mercury News/New York Post
A A A
BANGKOK - Andrew, yang gelar pangerannya dicopot Raja Charles III dari Kerajaan Inggris, menghadapi skandal baru terkait perjalanannya ke Thailand pada 2006. Dalam perjalanan itu, dia dilaporkan menyewa seluruh lantai hotel mewah di Bangkok dan membawa sekitar 40 pekerja seks komersial (PSK) atau pelacur.

Selain itu, dia dilaporkan menyalahgunakan dana perjalanan yang sepenuhnya dibiayai dari pajak. Skandal baru adik Raja Charles ini semakin mencoreng citra Kerajaan Inggris.

Raja Charles telah mencabut gelar Pangeran Andrew atas dugaan skandal seks yang terkait dengan mendiang pemodal Jeffrey Epstein dan sosialita Ghislaine Maxwell yang dipenjara.

Baca Juga: Raja Charles Cabut Gelar Pangeran Andrew dan Mengusirnya dari Istana

Media-media Inggris telah lama menjuluki Andrew sebagai "Randy Andy" karena perilakunya yang mengejar para perempuan muda.

Skandal baru putra mendiang Ratu Elizabeth II ini diungkap oleh penulis biografi Andrew Lownie. Sejarawan tersebut mengeklaim Andrew pernah mengatur agar 40 PSK dibawa ke hotel bintang lima di Bangkok dan semuanya didanai dari uang pembayar pajak Inggris.

Peristiwa yang diungkap Lownie itu terjadi selama empat hari dalam kunjungan resmi pada bulan Juni 2006. Menurut Lownie, seperti dikutip dari Thai Examiner, Selasa (4/11/2025), insiden tersebut terjadi saat Andrew mewakili Inggris dalam perayaan untuk Raja Thailand di Bangkok.

Lebih lanjut, Lownie mengatakan Andrew bersikeras menginap di hotel mewah, alih-alih di Kedutaan Inggris. Dia menuduh para diplomat dan pejabat mengatur skandal tersebut. Lownie juga mengatakan seorang sumber senior Thailand mengonfirmasi klaim itu.

Penulis itu bersikeras bahwa beberapa sumber mendukung apa yang dipaparkan. Dia menggambarkan perilaku Andrew tersebut sebagai bagian dari pola penyalahgunaan hak istimewa publik yang lebih luas.

Andrew adalah duta besar untuk Inggris dari tahun 2001 hingga 2011. Selama akhir pekan dalam periode itu, beberapa sumber mengeklaim bahwa Charles—yang kala itu berstatus Pangeran Mahkota—mengaku kepada mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair bahwa dia menentang penunjukan Andrew sebagai duta besar. Pangeran Wales saat itu mengatakan kepada Blair bahwa Andrew hanya akan mengejar wanita dan bermain golf.

Skandal Andrew itu terjadi saat kunjungannya untuk merayakan ulang tahun ke-60 Raja Thailand pada tahun 2006. Pangeran Andrew tiba di Bangkok pada 7 Juni 2006. Sebelumnya, pada Januari 2001, dia menghabiskan dua minggu di pantai bersama Ghislaine Maxwell. Maxwell saat ini dipenjara di Amerika Serikat atas perannya dalam skandal Epstein yang terkait dengan pelecehan terhadap perempuan muda.

Mantan pangeran tersebut mengembangkan hubungan yang sangat dekat dengan Maxwell saat itu, di mana ia tampak mengatur kehidupan sosialnya.

Selama perjalanan ke Bangkok tersebut, Andrew menginap di salah satu hotel termewah dan tertua di Thailand di jantung kota Bangkok. Laporan menunjukkan bahwa dia ditempatkan di suite pribadi dan mengambil alih seluruh lantai hotel untuk tujuan keamanan.

Lebih lanjut, Lownie menuduh Andrew mengeksploitasi perjalanan dinas untuk mengejar kesenangan pribadi. Dia mengeklaim Andrew secara teratur mengalokasikan dua minggu waktu pribadinya untuk perjalanan yang didanai negara. Akibatnya, para pembayar pajak Inggris tanpa sadar membiayai liburan kerajaan dan dugaan pelanggaran.

Lownie berpendapat bahwa Andrew memandang tugas resmi sebagai kesempatan untuk memanjakan diri. Dia menggambarkan mantan pangeran itu sebagai seorang pria yang sedang mengalami krisis paruh baya yang "mengejar banyak sekali wanita."

Namun, Lownie juga yakin tuduhannya tersebut hanyalah sebagian kecil dari gambaran yang lebih besar. Dia mengatakan kerahasiaan pemerintah telah melindungi Andrew selama bertahun-tahun.

Menurutnya, semua berkas resmi dari satu dekade Andrew sebagai utusan perdagangan tetap tersegel. Periode tersebut mencakup tahun 2001 hingga 2011. Lownie bersikeras bahwa berkas-berkas tersebut seharusnya berada di Arsip Nasional. Dia berpendapat bahwa penutupan berkas-berkas tersebut merupakan bagian dari "konspirasi diam" seputar perilaku Andrew.

Selain itu, Lownie menyerukan transparansi segera. Dia mengeklaim Andrew sering meminta pertemuan yang melayani kepentingan bisnis pribadi. Dia mengatakan publik berhak melihat bagaimana Andrew menggunakan jabatannya di pemerintahan. Namun, para pejabat terus memblokir akses ke berkas-berkas tersebut. Lownie, yang sebelumnya pernah memperjuangkan undang-undang transparansi, berjanji untuk bekerja sama.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved