Gempa Guncang Afghanistan, Masjid Biru yang Ikonik Dikeliling Reruntuhan

Senin, 03 November 2025 - 18:25 WIB
loading...
Gempa Guncang Afghanistan,...
Gempa guncang Afghanistan dan menyebabkan banyak korban jiwa. Foto/X/@7Kita__
A A A
KABUL - Gempa bumi dahsyat mengguncang Afghanistan utara, menewaskan lebih dari lebih dari 20 orang, melukai ratusan orang. Gempa itu juga merusak salah satu masjid terindah di negara itu, yakni Masjid Biru.

Keluarga-keluarga dikejutkan pada Senin dini hari ketika gempa berkekuatan 6,3 skala Richter melanda dekat Mazar-i-Sharif, salah satu kota terpadat di utara negara itu, pada kedalaman dangkal 28 kilometer (17,4 mil), kata Survei Geologi Amerika Serikat.

Operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran sedang berlangsung, dengan seorang anak terlihat ditarik hidup-hidup dari reruntuhan di utara negara itu dalam video yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan pada Senin pagi. Gadis itu dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis, kata juru bicara Korps Angkatan Darat 209 Al-Fath kepada CNN.

Masjid Biru yang ikonis di Mazar-i-Sharif rusak akibat gempa, terungkap dari rekaman di media sosial yang di-geolokasi oleh CNN, dengan dasarnya berserakan puing-puing - bukti awal kehancuran yang terekam dalam bayang-bayang sebelum fajar.

Situs ini merupakan salah satu warisan arsitektur Afghanistan dan merupakan titik ziarah utama, yang diyakini oleh sebagian orang sebagai tempat peristirahatan terakhir Hazrat Ali, Khalifah Islam keempat dan menantu Nabi Muhammad.

Warga di setidaknya sembilan provinsi, termasuk Kabul, kehilangan aliran listrik setelah saluran listrik dari Uzbekistan – pemasok utama listrik ke Afghanistan – terputus.

Perusahaan energi milik negara DABS juga melaporkan terputusnya saluran listrik dari Tajikistan ke provinsi Kunduz, yang menyebabkan wilayah tersebut mengalami pemadaman listrik total. Tim "bekerja segera untuk memulihkan kedua rute," tambahnya.

Baca Juga: Trump Tuding Rusia dan China Diam-diam Uji Coba Senjata Nuklir

Para pejabat pemerintah menyebutkan jumlah korban tewas awal mencapai 20 orang dengan hampir 600 orang terluka di provinsi Samangan dan Balkh. Otoritas Nasional untuk Kesiapsiagaan Bencana mengatakan gempa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat, berdampak pada sebagian wilayah utara, timur, dan barat, dengan pusat gempa berada di Samangan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengonfirmasi telah menempatkan tim di lapangan "untuk menilai kebutuhan dan mengirimkan bantuan mendesak."

Afghanistan telah mengalami serangkaian gempa bumi dalam beberapa tahun terakhir yang telah menyebabkan ribuan kematian dan model USGS memperkirakan guncangan dari gempa hari Senin dapat mengakibatkan ratusan korban jiwa.

Kemampuan negara miskin ini untuk merespons bencana alam semakin terhambat oleh minimnya bantuan internasional menyusul keberhasilan Taliban mengambil alih kekuasaan setelah penarikan pasukan pimpinan AS yang kacau pada tahun 2021.

Kerusakan properti juga dilaporkan di daerah terdampak, kata Otoritas Manajemen Bencana Nasional Afghanistan, dengan laporan jendela pecah dan kerusakan struktural pada rumah-rumah.

Seorang warga Mazar-i-Sharif mengatakan kepada CNN bahwa keluarganya "terbangun ketakutan" setelah gempa terjadi, dan mengatakan bahwa anak-anaknya berlari "menuruni tangga sambil berteriak" ketika gempa terjadi.

"Saya belum pernah mengalami gempa sekuat ini seumur hidup saya," kata Rahima, seorang mantan guru sekolah berusia 50 tahun, seraya menambahkan bahwa gempa tersebut memecahkan beberapa jendelanya dan merusak plester di beberapa dindingnya.

"Saya senang rumah saya terbuat dari beton di kota ini," katanya kepada CNN. "Saya tidak tahu apakah rumah-rumah yang terbuat dari lumpur selamat dari gempa bumi di pinggiran kota ini."

Gempa tersebut juga memblokir jalur Tashqurghan, rute penting dari ibu kota Kabul menuju negara tetangga Turkmenistan dan Uzbekistan, tetapi tim penyelamat telah membersihkan rute tersebut, kata Kementerian Pertahanan.

Gempa bumi tersebut terasa di wilayah Tajikistan, Uzbekistan, dan Turkmenistan, tiga negara yang berbatasan dengan Afghanistan utara, USGS melaporkan.

Pada bulan Agustus, setidaknya 2.200 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka setelah gempa berkekuatan 6,0 skala Richter menyebabkan kerusakan luas di sepanjang wilayah pegunungan di Afghanistan timur.

Wilayah tersebut dilanda setidaknya lima gempa susulan, yang terkuat berkekuatan 5,2 skala Richter beberapa jam setelah gempa awal, menurut USGS.

Pada Oktober 2023, gempa bumi berkekuatan 6,3 skala Richter kembali terjadi di Afghanistan barat, menewaskan lebih dari 2.000 orang.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Momen Menarik Presiden...
Momen Menarik Presiden FIFA Masuk Kamar Ganti Timnas Iran di Piala Dunia 2026
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Dokter Jantung Ungkap...
Dokter Jantung Ungkap Plak Kolesterol Tak Bisa Hilang Meski Sudah Diet
Berita Terkini
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Infografis
7 Masjid Tua di Jakarta...
7 Masjid Tua di Jakarta yang Ikonik dan Sarat Sejarah Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved