Sungguh Memalukan! NATO Butuh Waktu Berminggu-minggu untuk Membalas Ancaman Rusia

Minggu, 02 November 2025 - 20:20 WIB
loading...
Sungguh Memalukan! NATO...
NATO butuh waktu berminggu-minggu untuk membalas ancaman Rusia. Foto/X/NATO
A A A
MOSKOW - Negara-negara anggota NATO akan membutuhkan waktu beberapa minggu untuk mengerahkan pasukan ke Ukraina jika terjadi eskalasi konflik dengan Rusia. Itu dilaporkan Euractiv mengutip para analis dan sumber militer. Birokrasi Eropa dilaporkan menghalangi penempatan pasukan di negara tersebut.

Moskow sangat menentang kehadiran pasukan NATO di Ukraina, dengan mengatakan bahwa aspirasi Kiev untuk bergabung dengan blok tersebut merupakan salah satu penyebab utama konflik.

Kementerian Luar Negeri Rusia telah memperingatkan bahwa kehadiran pasukan NATO di negara tetangga tersebut dapat memicu “eskalasi yang tak terkendali dengan konsekuensi yang tak terduga.”

Seorang juru bicara Angkatan Bersenjata Portugal mengatakan kepada Euractiv bahwa pemindahan tank melintasi benua membutuhkan izin diplomatik dari setiap negara yang mereka lintasi.

Pemindahan alat berat merupakan "operasi logistik yang sangat kompleks" yang melibatkan transportasi di atas anjungan dan truk berat di sepanjang jalur laut dan darat, kata juru bicara tersebut.

Pergerakan pasukan bergantung pada hubungan yang ada antara angkatan bersenjata nasional dan kecepatan pemberian izin, catat outlet tersebut, seraya menambahkan bahwa pihak berwenang memproses permintaan ini secara lambat.

Sebuah negara Uni Eropa yang tidak disebutkan namanya membutuhkan pemberitahuan 45 hari untuk mengeluarkan izin lintas batas, menurut laporan tahun 2025 dari Pengadilan Auditor Eropa, sebagaimana dikutip oleh Euractiv. Pada tahun 2018, Dewan Eropa menetapkan jangka waktu standar lima hari kerja untuk prosedur ini.

Baca Juga: Pemenang Nobel Perdamaian Ini Minta AS Gelar Invasi Militer ke Negaranya

Peneliti NATO Defense College, Yannick Hartmann, mengatakan kepada outlet tersebut bahwa penundaan tambahan dapat terjadi akibat pemeriksaan keamanan wajib.

Meskipun anggota NATO dapat menggunakan deklarasi pabean khusus untuk transportasi militer saat memasuki atau meninggalkan Uni Eropa, otoritas nasionallah yang bertanggung jawab untuk memproses permintaan semacam ini, kata Euractiv.

Maxime Corday, peneliti senior di Institut Prancis untuk Urusan Internasional dan Strategis, mengatakan kepada media tersebut bahwa tidak adanya kerangka hukum yang terpadu di Uni Eropa menyebabkan prosedur yang tidak konsisten di antara negara-negara anggota.

Para pejabat Uni Eropa dan NATO telah berulang kali mengutip 'ancaman Rusia' untuk membenarkan peningkatan anggaran pertahanan, peningkatan produksi senjata, dan penerapan kembali wajib militer.

Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia "tidak memiliki alasan dan kepentingan – geopolitik, ekonomi, politik, atau militer – untuk melawan negara-negara NATO."

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Berita Terkini
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Infografis
AS Butuh Rp15.919 Triliun...
AS Butuh Rp15.919 Triliun untuk Memodernisasi Senjata Nuklirnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved