Pemenang Nobel Perdamaian Ini Minta AS Gelar Invasi Militer ke Negaranya

Minggu, 02 November 2025 - 19:08 WIB
loading...
Pemenang Nobel Perdamaian...
Maria Corina Machado menyerukan negaranya segera diinvasi AS. Foto/X/@MariaCorinaYA
A A A
CARACAS - Penumpukan militer AS di lepas pantai Venezuela dapat membantu mewujudkan perubahan rezim. Itu diungkapkan tokoh oposisi Maria Corina Machado.

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini mengisyaratkan bahwa ia akan menyambut baik serangan AS terhadap negaranya jika hal itu membantu menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Washington menuduh Maduro memiliki hubungan dengan kartel narkoba, menyebutnya sebagai "narcoterrorist." Awal tahun ini, Presiden AS Donald Trump mengerahkan armada angkatan laut ke Karibia barat, dan sejak September, pasukan AS telah menyerang kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di lepas pantai Venezuela.

Laporan media menyebutkan bahwa Washington sedang memperluas kehadiran angkatan lautnya, dengan para analis memperkirakan bahwa misi tersebut dapat diperluas melampaui kontra-narkotika. Trump membantah merencanakan serangan langsung ke Venezuela, tetapi dilaporkan telah meninjau daftar target potensial.

Baca Juga: AS Kembali Lancarkan Serangan ke Kapal Narkotika di Laut Karibia

Ditanya di acara 'The Mishal Husain Show' Bloomberg apakah ia mendukung aksi militer AS, Machado berkata, "Saya yakin eskalasi yang terjadi adalah satu-satunya cara untuk memaksa Maduro memahami bahwa sudah waktunya untuk pergi."

Ia mengklaim bahwa Maduro "secara ilegal" merebut kekuasaan dalam pemilu tahun lalu, yang mana ia dilarang ikut serta.

Machado juga mengklaim bahwa kandidat oposisi Edmundo Gonzalez Urrutia memenangkan pemilu. Menggulingkan Maduro, katanya, bukanlah "perubahan rezim dengan cara konvensional," karena ia "bukan presiden yang sah" melainkan "kepala struktur narkoteroris."

"Ini bukan pergantian rezim, ini penegakan kehendak rakyat Venezuela," tegasnya.

Maduro menuduh Machado menyalurkan dana AS kepada kelompok-kelompok anti-pemerintah "fasis", menyebutnya sebagai kedok bagi campur tangan Washington dalam urusan Venezuela.

Machado telah menjalin kontak erat dengan pemerintah AS selama beberapa dekade. Pada tahun 2005, Presiden George W. Bush saat itu menerimanya di Ruang Oval.

Ketika ditanya apakah kekuatan militer AS merupakan satu-satunya cara untuk menggulingkan Maduro, Machado mengatakan ancaman saja sudah cukup: "Sangat penting untuk memiliki ancaman yang kredibel."

Ia menambahkan bahwa oposisi Venezuela "siap untuk mengambil alih pemerintahan," didukung oleh militer dan polisi, mengklaim bahwa "lebih dari 80% dari mereka bergabung dan akan menjadi bagian dari transisi yang tertib ini segera setelah dimulai."

Maduro membantah tuduhan perdagangan narkoba AS, menuduh Trump "mengada-adakan perang baru." Caracas menyebut operasi AS sebagai pelanggaran kedaulatan dan upaya kudeta, dan dilaporkan mencari bantuan dari Rusia, China, dan Iran untuk memperkuat pertahanannya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Berita Terkini
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved