Perang Sengit di Pokrovsk, Rusia Klaim Kalahkan Satu Tim Pasukan Khusus Ukraina

Minggu, 02 November 2025 - 10:30 WIB
loading...
Perang Sengit di Pokrovsk,...
Militer Rusia mengeklaim telah mengalahkan satu tim pasukan khusus Ukraina dalam pertempuran sengit di kota Pokrovsk, Donetsk. Setidaknya 11 personel dari tim itu tewas. Foto/The New York Times
A A A
KYIV - Militer Rusia mengeklaim telah mengalahkan satu tim pasukan khusus Ukraina dalam pertempuran sengit di kota Pokrovsk, Donetsk. Setidaknya 11 personel dari tim itu tewas.

Sekadar diketahui, Rusia ingin merebut seluruh wilayah Donbas, yang meliputi provinsi Luhansk dan Donetsk. Ukraina masih menguasai sekitar 10 persen Donbas—wilayah seluas sekitar 5.000 km persegi (1.930 mil persegi) di Donetsk barat.

Perebutan Pokrovsk, yang dijuluki "gerbang ke Donetsk" oleh media Rusia, dan Kostiantynivka di timur lautnya yang juga sedang diupayakan untuk dikepung oleh pasukan Rusia, akan memberi Moskow landasan untuk bergerak ke utara menuju dua kota terbesar yang masih dikuasai Ukraina di Donetsk—Kramatorsk dan Sloviansk.

Baca Juga: Usai Ancam Hapus Moskow dari Peta, Negara NATO Beri Klarifikasi

Militer Ukraina mengatakan mereka telah mengerahkan pasukan khusus di Pokrovsk awal pekan lalu, mendaratkan sebuah helikopter Black Hawk. Setidaknya 10 prajurit Ukraina terlihat turun dari helikopter di sebuah lapangan dalam sebuah video yang dianalisis Reuters.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya telah menewaskan sekelompok pasukan khusus intelijen militer Ukraina.

"Sebelas orang yang turun dari helikopter tewas," kata kementerian tersebut, seraya menambahkan bahwa pasukan Rusia sedang bergerak maju di Pokrovsk dan membersihkan daerah tersebut.

Pasukan Rusia, katanya, telah berhasil menggagalkan upaya Resimen "Skala" Serbu Terpisah ke-425 Ukraina untuk keluar dari Hryshyne, barat laut Pokrovsk, sementara pengepungan di sekitar pasukan Ukraina di wilayah tersebut semakin ketat.

Pertempuran di sekitar Hryshyne cukup signifikan, karena mengindikasikan pasukan Rusia hampir memutus jalur pasokan Ukraina ke Pokrovsk.

Menurut laporan Reuters, Minggu (2/11/2025), klaim kedua pihak tentang situasi di medan perang tidak dapat diverifikasi secara independen karena pembatasan pelaporan yang diberlakukan oleh kedua belah pihak.

Satu-satunya tambang Ukraina yang memproduksi batu bara kokas—yang digunakan dalam industri baja yang dulunya sangat besar—terletak sekitar 10 km di sebelah barat Pokrovsk. Perusahaan baja Ukraina, Metinvest, mengatakan pada bulan Januari bahwa mereka telah menangguhkan operasi penambangan di sana.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Donbas sekarang secara hukum menjadi bagian dari Rusia, tetapi Kyiv dan Barat menolak pencaplokan wilayah tersebut oleh Moskow sebagai perampasan tanah ilegal.

Pasukan Rusia menggunakan taktik gerakan penjepit untuk mengepung Pokrovsk hampir sepenuhnya dan mengancam jalur pasokan Ukraina, kemudian mengganggu pasukan Ukraina dengan mengirimkan unit-unit kecil dan drone untuk mengganggu logistik dan menciptakan kekacauan di belakang mereka.

Intinya, taktik Rusia mengukir apa yang disebut oleh para blogger militer Rusia sebagai zona abu-abu ambiguitas di luar kota, di mana kedua belah pihak tidak memiliki kendali tetapi sangat sulit—dan mahal—untuk dipertahankan.

Untuk membersihkan Pokrovsk dan Myrnohrad di dekatnya mungkin membutuhkan waktu, sehingga menunda pengumuman resmi Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved