Inilah Rob Jetten, Calon PM Termuda Belanda yang Mengaku Gay
Minggu, 02 November 2025 - 06:02 WIB
loading...
Rob Jetten, calon PM termuda Belanda yang mengaku gay. Foto/Laurens Van Putten ANP/HH
A
A
A
AMSTERDAM - Rob Jetten, pemimpin D66—partai sentris Belanda—, siap mengukir sejarah di Belanda. Di usia 38 tahun, dia akan menjadi perdana menteri (PM) termuda dan pertama yang secara terbuka menyatakan diri sebagai gay di negara tersebut.
Jetten jadi calon terkuat PM Belanda setelah kemenangan besar partainya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 29 Oktober.
"Saya sangat senang kami telah menjadi partai terbesar dalam pemilihan ini," ujar Jetten kepada media.
"Hasil bersejarah bagi D66. Di saat yang sama, saya merasa bertanggung jawab," lanjut dia.
Baca Juga: Jet Tempur Siluman F-35 Belanda Tembak Jatuh Drone Rusia di Polandia, Ini Respons Kremlin
Meskipun persaingannya ketat, Jetten mengeklaim kemenangan atas politisi populis anti-Islam, Geert Wilders.
Wilders berkampanye dengan kebijakan anti-imigrasi dan juga menyerukan pelarangan Al-Qur'an. Menurut laporan AFP, Minggu (2/11/2025), jumlah pemilihnya menurun tajam dibandingkan tahun lalu.
Namun, hasil resmi akan dikonfirmasi pada hari Senin, (3/11/2025) setelah surat suara dari warga negara yang tinggal di luar negeri juga diperhitungkan.
Dalam waktu kurang dari dua tahun, Jetten membawa partainya dari posisi kelima ke puncak dalam politik Belanda.
Dia meminjam ungkapan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, "Yes, we can" dan menyampaikan pesan positif dengan slogan "Het kan wel". Dia menuduh Wilders "menebar perpecahan".
Dia berkata, "Saya pikir kita sekarang telah menunjukkan kepada seluruh Eropa dan dunia bahwa mengalahkan gerakan populis itu mungkin jika kita berkampanye dengan pesan positif untuk negara kita."
"Kami telah menjalankan kampanye yang sangat positif karena kami ingin menyingkirkan semua negativisme di Belanda selama beberapa tahun terakhir," ujarnya kepada AFP.
"Saya ingin membawa Belanda kembali ke jantung Eropa karena tanpa kerja sama Eropa, kita tidak akan ada di mana pun," imbuh dia.
Jetten tumbuh besar di Uden, sebuah kota di bagian tenggara Belanda. Dia belajar administrasi publik di Universitas Radboud di Nijmegen. Semasa kecil dan remaja, dia menyukai sepak bola dan atletik. Kedua orang tuanya adalah guru.
"Saya ingin membuat dunia menjadi tempat yang sedikit lebih baik," ujarnya kepada situs web universitas.
Setelah menginginkan pekerjaan di bidang olahraga papan atas, dia ingin terjun ke industri katering.
"Idealnya, saya ingin memiliki restoran sendiri, di pantai di negara yang hangat. Tapi ternyata semuanya berbeda," katanya.
Diaa menambahkan, "Bukan berarti saya menyesalinya: Saya sekarang memiliki pekerjaan terindah di Belanda."
Jetten bertunangan dengan pemain hoki Argentina, Nicolas Keenan, dan akan menikahinya tahun depan di Spanyol. Ini mengonfirmasi bahwa Jetten memang politisi gay.
Jetten jadi calon terkuat PM Belanda setelah kemenangan besar partainya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 29 Oktober.
"Saya sangat senang kami telah menjadi partai terbesar dalam pemilihan ini," ujar Jetten kepada media.
"Hasil bersejarah bagi D66. Di saat yang sama, saya merasa bertanggung jawab," lanjut dia.
Baca Juga: Jet Tempur Siluman F-35 Belanda Tembak Jatuh Drone Rusia di Polandia, Ini Respons Kremlin
Meskipun persaingannya ketat, Jetten mengeklaim kemenangan atas politisi populis anti-Islam, Geert Wilders.
Wilders berkampanye dengan kebijakan anti-imigrasi dan juga menyerukan pelarangan Al-Qur'an. Menurut laporan AFP, Minggu (2/11/2025), jumlah pemilihnya menurun tajam dibandingkan tahun lalu.
Namun, hasil resmi akan dikonfirmasi pada hari Senin, (3/11/2025) setelah surat suara dari warga negara yang tinggal di luar negeri juga diperhitungkan.
Dalam waktu kurang dari dua tahun, Jetten membawa partainya dari posisi kelima ke puncak dalam politik Belanda.
Dia meminjam ungkapan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, "Yes, we can" dan menyampaikan pesan positif dengan slogan "Het kan wel". Dia menuduh Wilders "menebar perpecahan".
Dia berkata, "Saya pikir kita sekarang telah menunjukkan kepada seluruh Eropa dan dunia bahwa mengalahkan gerakan populis itu mungkin jika kita berkampanye dengan pesan positif untuk negara kita."
"Kami telah menjalankan kampanye yang sangat positif karena kami ingin menyingkirkan semua negativisme di Belanda selama beberapa tahun terakhir," ujarnya kepada AFP.
"Saya ingin membawa Belanda kembali ke jantung Eropa karena tanpa kerja sama Eropa, kita tidak akan ada di mana pun," imbuh dia.
Kehidupan Pribadi Rob Jetten
Jetten tumbuh besar di Uden, sebuah kota di bagian tenggara Belanda. Dia belajar administrasi publik di Universitas Radboud di Nijmegen. Semasa kecil dan remaja, dia menyukai sepak bola dan atletik. Kedua orang tuanya adalah guru.
"Saya ingin membuat dunia menjadi tempat yang sedikit lebih baik," ujarnya kepada situs web universitas.
Setelah menginginkan pekerjaan di bidang olahraga papan atas, dia ingin terjun ke industri katering.
"Idealnya, saya ingin memiliki restoran sendiri, di pantai di negara yang hangat. Tapi ternyata semuanya berbeda," katanya.
Diaa menambahkan, "Bukan berarti saya menyesalinya: Saya sekarang memiliki pekerjaan terindah di Belanda."
Jetten bertunangan dengan pemain hoki Argentina, Nicolas Keenan, dan akan menikahinya tahun depan di Spanyol. Ini mengonfirmasi bahwa Jetten memang politisi gay.
(mas)
Lihat Juga :