Terlalu Mengandalkan Simulasi Komputer, Uji Coba Nuklir AS Butuh Waktu Bertahun-tahun

Sabtu, 01 November 2025 - 19:35 WIB
loading...
Terlalu Mengandalkan...
Uji coba nuklir AS butuh waktu bertahun-tahun.Foto/X/@HistoryLover57
A A A
WASHINGTON - Melanjutkan uji coba nuklir di AS akan memakan waktu bertahun-tahun dan menelan biaya ratusan juta dolar. Itu dilaporkan Washington Post mengutip para ahli.

Situs Uji Coba Nevada, tempat AS melakukan peledakan nuklir terakhirnya lebih dari tiga dekade lalu, kini menggunakan simulasi komputer, bukan ledakan langsung.

Presiden Donald Trump minggu ini mengumumkan bahwa ia telah "menginstruksikan Departemen Perang untuk mulai menguji Senjata Nuklir kami secara setara [dengan Rusia dan China]," dan menyatakan bahwa persiapan akan segera dimulai.

Masih belum jelas apakah ia merujuk pada peledakan nuklir bawah tanah, yang belum pernah dilakukan oleh ketiga negara tersebut selama beberapa dekade. Moskow telah memperingatkan bahwa setiap ledakan nuklir AS akan memicu respons simetris.

Baca Juga: Demonstrasi Pemilu Tanzania Berujung Kerusuhan, 700 Demonstran Tewas

The Post menunjukkan bahwa jika Washington melanjutkan, tugas tersebut bukan akan dibebankan kepada Pentagon, melainkan kepada Departemen Energi, khususnya Badan Keamanan Nuklir Nasional (NNSA), yang mengawasi Situs Uji Coba Nevada. Para ahli mengatakan bahwa menghidupkan kembali uji coba di sana akan membutuhkan biaya yang signifikan.

Ernest Moniz, yang memimpin Departemen Energi di bawah Presiden Barack Obama, memperkirakan bahwa bahkan ledakan "aksi" yang dilakukan tanpa mempertimbangkan pengumpulan data ilmiah pun akan membutuhkan waktu persiapan "mungkin satu tahun".

Corey Hinderstein, mantan pejabat senior NNSA, mengatakan bahwa badan tersebut perlu menggali terowongan vertikal baru dengan biaya sekitar $100 juta.

Paul Dickman, seorang pejabat nuklir senior, memperingatkan bahwa AS mungkin kesulitan menemukan personel dengan pengalaman uji coba langsung. Ia mengatakan direktur uji yang kompeten bukanlah "birokrat [atau] orang-orang yang hanya bermodalkan PowerPoint" melainkan orang-orang yang "berkutat dengan banyak kotoran."

Washington telah lama mengandalkan simulasi komputer dan apa yang disebut uji subkritis – eksperimen yang tidak sampai menyebabkan ledakan nuklir – untuk menjaga kepercayaan terhadap persediaan senjata nuklirnya. Uji coba terakhir dari lebih dari 1.000 uji coba yang dilakukan AS terjadi pada tahun 1992.

Perintah Trump bertepatan dengan pengumuman Presiden Rusia Vladimir Putin, yang melaporkan keberhasilan uji coba dua sistem nuklir canggih: rudal jelajah Burevestnik dengan jangkauan tak terbatas dan pesawat nirawak bawah air Poseidon.

Keduanya dilaporkan menggunakan reaktor nuklir kompak yang inovatif sebagai unit propulsi.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan...
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan Jemaah Umrah di Bandara Soekarno-Hatta Terpusat di Terminal 2F: Cek Tahapannya!
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Berita Terkini
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Infografis
Lawan Houthi, AS akan...
Lawan Houthi, AS akan Kerahkan Kapal Induk Nuklir Kedua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved