Pejabat AS Frustrasi, Ungkap Senjata UEA Perpanjang Genosida Sudan

Sabtu, 01 November 2025 - 10:12 WIB
loading...
Pejabat AS Frustrasi,...
Pemandangan kehancuran di garis depan, tempat bentrokan antara tentara dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) terjadi di Khartoum, Sudan, pada 27 Desember 2024. Foto/Osman Bak?r/Anadolu Agency
A A A
WASHINGTON - Uni Emirat Arab (UEA) telah dituduh pejabat senior Amerika Serikat (AS) Cameron Hudson mengobarkan perang genosida Sudan dengan memasok persenjataan canggih — termasuk drone buatan China — kepada Pasukan Dukungan Cepat (RSF). RSF merupakan faksi paramiliter yang bertanggung jawab atas kekejaman massal di Darfur.

Menurut investigasi Wall Street Journal (WSJ) yang diterbitkan awal pekan ini, badan intelijen AS telah menyimpulkan UEA "mengirim pasokan senjata yang semakin banyak, termasuk drone canggih China, kepada milisi besar Sudan tahun ini," memperkuat kelompok yang "dituduh melakukan genosida dan mengobarkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia."

WSJ juga mengutip laporan terpisah yang disusun Badan Intelijen Pertahanan (DIA) dan Biro Intelijen dan Penelitian Departemen Luar Negeri AS, yang menunjukkan peningkatan transfer senjata dari UEA ke RSF sejak musim semi, termasuk "senjata ringan, senapan mesin berat, kendaraan, artileri, mortir, dan amunisi."

Seorang pejabat senior AS yang dikutip dalam laporan tersebut mengungkapkan rasa frustrasi yang mendalam terhadap peran Abu Dhabi.

"Perang akan berakhir jika bukan karena U.A.E.," ujar Cameron Hudson, mantan kepala staf utusan khusus presiden AS untuk Sudan.

Dia menjelaskan, "Satu-satunya hal yang membuat mereka tetap bertahan dalam perang ini adalah dukungan militer yang sangat besar yang mereka terima dari U.A.E."

RSF, pasukan yang didukung UEA yang tumbuh dari milisi Janjaweed yang terkenal kejam yang bertanggung jawab atas pembunuhan massal di Darfur dua dekade lalu, telah dituduh Departemen Luar Negeri AS melakukan genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pemerkosaan dan pembunuhan sistematis terhadap pria, anak laki-laki, dan bayi "berdasarkan etnis."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Trump Tuduh Iran Mengulur...
Trump Tuduh Iran Mengulur Waktu Kesepakatan Damai: Mereka Harus Bayar Mahal!
Rekomendasi
Krakatau Posco Tanamkan...
Krakatau Posco Tanamkan Budaya Keselamatan kepada Generasi Muda
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Berita Terkini
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Infografis
NATO Eropa Takut Trump...
NATO Eropa Takut Trump akan Hentikan Dukungan Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved