Hizbullah Siap Membela Lebanon Jika Perang Pecah Lagi Lawan Israel

Sabtu, 01 November 2025 - 06:44 WIB
loading...
Hizbullah Siap Membela...
Pemimpin Hizbullah Syekh Naim Qassem. Foto/x
A A A
BEIRUT - Pemimpin Hizbullah Syekh Naim Qassem menuduh Amerika Serikat (AS) memfasilitasi pelanggaran Israel terhadap kedaulatan Lebanon. Dia menegaskan rakyat Lebanon, bukan kekuatan asing, adalah penguasa sejatinya dan bersumpah siap membela negara jika diserang.

Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Sheikh Naim Qassem mengatakan kedaulatan Lebanon berada di tangan rakyatnya, terutama mereka yang gigih menggarap tanah mereka di sepanjang perbatasan selatan—dan menyebut mereka sebagai "penguasa sejati."

Berbicara dalam upacara di Lebanon selatan, Qassem menuduh Amerika Serikat "mensponsori agresi alih-alih memediasi perdamaian," mengecam apa yang disebutnya sebagai campur tangan Washington dalam urusan Lebanon.

"AS mengklaim berupaya menyelesaikan situasi di Lebanon, tetapi bukan perantara yang jujur—AS mendukung agresi dan ekspansinya," tegas dia.

Qassem mengkritik sikap diam Washington atas apa yang ia gambarkan sebagai lebih dari 5.000 pelanggaran kedaulatan Lebanon oleh Israel, dengan mengatakan pelanggaran tersebut semakin meningkat setiap kali utusan AS berkunjung.

"Bagaimana sikap AS terhadap pelanggaran-pelanggaran ini? Sebaliknya, AS justru membenarkannya," ujar dia.

Menolak kritik terhadap hak militer Lebanon untuk membela negara, Qassem mempertanyakan sikap AS terhadap pembunuhan warga sipil dan "pembunuhan yang tidak dapat dibenarkan terhadap seorang pegawai pemerintah."

Ia menyatakan intimidasi sebesar apa pun tidak akan melemahkan perlawanan Lebanon.

"Kami tidak menganjurkan menyerah atau kalah. Israel dapat menduduki, tetapi tidak dapat tetap berada di tanah kami," ujarnya.

Menyampaikan pidato di hadapan publik Lebanon, Qassem mendesak persatuan melawan perpecahan internal, "Kami tidak meminta dukungan—hanya agar tidak ada yang menusuk kami dari belakang atau melayani kepentingan Israel. Pemerintah memikul tanggung jawab utama untuk melindungi kedaulatan."

Ia mengatakan kedaulatan Lebanon menghadapi ancaman nyata dari "agresi AS" dan "ekspansi Israel", seraya menekankan solidaritas nasional tetap menjadi kunci untuk merebut kembali wilayah yang diduduki. "Tujuan Perlawanan adalah pembebasan; tujuan musuh adalah pendudukan," ujar dia.

Menegaskan kembali komitmen Hizbullah terhadap Perjanjian Taif, Qassem mengatakan perjanjian tersebut tidak boleh diterapkan secara selektif.

"Mereka yang mengaku mematuhi Taif tidak boleh memilih-milih pasal-pasalnya, terutama yang berkaitan dengan pembebasan tanah Lebanon," papar dia.

Ia menyimpulkan Perlawanan hanya bertujuan melindungi kedaulatan Lebanon, bukan untuk menggantikan lembaga negara mana pun.

"Israel harus melaksanakan perjanjian tersebut sebagaimana yang telah dilakukan Lebanon; perjanjian baru apa pun hanya akan membebaskannya dan memungkinkan agresi lebih lanjut. Perlawanan tetap menjadi pilar kekuatan nasional yang harus dipertahankan," ujarnya.

Dalam wawancara terpisah dengan Al-Manar TV, Qassem mengatakan Hizbullah "siap membela Lebanon" tetapi tidak berniat memulai perang.

"Jika pertempuran terpaksa terjadi, kami akan berjuang dengan segala cara yang kami miliki—bahkan hingga orang terakhir—dan kami tidak akan membiarkan musuh menyeberang ke Lebanon Selatan," ia memperingatkan.

Ia menggambarkan serangan Israel yang sedang berlangsung sebagai "tekanan dari Amerika dan Israel untuk mencapai melalui politik apa yang gagal mereka capai secara militer," dan memperingatkan perang baru apa pun tidak akan membawa "hasil apa pun" bagi Israel.

Pemimpin Hizbullah menyerukan implementasi penuh perjanjian gencatan senjata, dengan mengatakan, "Semua orang diuntungkan jika perjanjian tersebut ditegakkan, tetapi jika tidak, kami akan terus bersiap untuk melawan agresi apa pun."

Baca juga: Seorang Turis Israel Ditangkap karena Mencuri Kotak Amal di Panti Pijat
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Roy Suryo Ngamuk Sidang...
Roy Suryo Ngamuk Sidang Praperadilannya Disusupi Termul
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Berita Terkini
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved