Peretas China Diduga Eksploitasi Celah ToolShell untuk Serangan Siber Global

Jum'at, 31 Oktober 2025 - 07:11 WIB
loading...
Peretas China Diduga...
Penelitian terbaru Symantec ungkap peretas China diduga eksploitasi celah ToolShell untuk serangan siber global. Foto/The Telegraph
A A A
JAKARTA - Penelitian terbaru dari Symantec mengungkap bahwa aktor ancaman berbasis China mengeksploitasi celah keamanan ToolShell (CVE-2025-53770) yang baru-baru ini terungkap, untuk menyerang sebuah perusahaan telekomunikasi di Timur Tengah tak lama setelah celah tersebut ditambal pada Juli 2025.

Mengutip dari Industrialcyber.co, Jumat (31/10/2025), investigasi menemukan bahwa kelompok yang sama juga menyusup ke jaringan lembaga pemerintah di sejumlah negara di Afrika dan Amerika Selatan. Di salah satu negara Afrika, dua departemen pemerintahan diketahui diretas dalam periode yang sama.

Symantec mengidentifikasi malware bernama Zingdoor, yang digunakan di ketiga organisasi terdampak, sebelumnya telah dikaitkan dengan kelompok China Glowworm, juga dikenal sebagai Earth Estries atau FamousSparrow. Alat lain yang digunakan dalam kampanye ini, KrustyLoader, memiliki hubungan dengan UNC5221, kelompok yang disebut memiliki keterkaitan dengan China.

Baca Juga: FBI: Hacker China Bidik Infrastruktur Strategis AS

Temuan ini menyoroti meningkatnya kecanggihan dan jangkauan global ancaman siber yang diduga terkait negara, yang menargetkan infrastruktur vital dan lembaga pemerintah di berbagai wilayah.

Bukti juga menunjukkan bahwa lembaga teknologi negara di Afrika, satu departemen pemerintahan di Timur Tengah, dan perusahaan keuangan di Eropa turut menjadi korban serangan oleh kelompok yang sama.

“ToolShell telah ditambal oleh Microsoft pada Juli 2025, namun saat itu celah ini sudah dieksploitasi di lapangan sebagai zero-day vulnerability,” tulis tim Symantec Threat Hunter dalam unggahan blog pada Rabu.

Celah ini memengaruhi server SharePoint lokal dan memungkinkan peretas mendapatkan akses tanpa autentikasi untuk mengeksekusi kode jarak jauh serta mengakses seluruh sistem dan file. ToolShell merupakan varian dari kerentanan lain (CVE-2025-49704) yang juga telah diperbaiki pada bulan yang sama.

Symantec juga mencatat bahwa kerentanan lain yang berhubungan, CVE-2025-53771, ditambal bersamaan dengan ToolShell. Celah ini merupakan path traversal bug yang memungkinkan pelaku menyerang jaringan dengan melakukan spoofing, dan juga merupakan varian dari kerentanan lama (CVE-2025-49706).

Eksploitasi TootShell


Beberapa hari setelah patch dirilis, Microsoft menyebut sedikitnya tiga kelompok peretas asal China telah mengeksploitasi ToolShell. Dua di antaranya merupakan kelompok mata-mata siber Budworm (Linen Typhoon) dan Sheathminer (Violet Typhoon). Selain itu, kelompok lain bernama Storm-2603 juga memanfaatkan celah tersebut untuk menyebarkan ransomware Warlock.

Symantec mengungkap aktivitas jahat di perusahaan telekomunikasi Timur Tengah itu dimulai pada 21 Juli 2025, hanya dua hari setelah patch dirilis. Para peretas diduga menanamkan webshell untuk membuka jalur akses awal.

“Para pelaku memuat backdoor Zingdoor ke jaringan dengan metode sideloading menggunakan berkas sah milik Trend Micro,” tulis laporan tersebut.

“Zingdoor merupakan HTTP backdoor berbasis bahasa Go yang pertama kali terdeteksi pada April 2023 dan digunakan oleh Glowworm. Program ini dapat mengumpulkan informasi sistem, mengunggah dan mengunduh berkas, serta menjalankan perintah di jaringan korban.”

Selain Zingdoor, peretas juga memanfaatkan Trojan ShadowPad, yang loader-nya disisipkan melalui berkas BitDefender yang sah. Pada 25 Juli, pelaku menjatuhkan malware tahap awal KrustyLoader, ditulis dalam bahasa Rust, yang berfungsi untuk memuat payload tahap kedua. KrustyLoader memiliki kemampuan anti-sandbox, menyalin diri, menghapus diri sendiri setelah digunakan, serta mengunduh malware tambahan.

Alat Sliver, sebuah kerangka red team sumber terbuka yang sering disalahgunakan oleh peretas sebagai sistem command and control, juga terdeteksi digunakan dalam serangan ini.

Selain itu, para pelaku memanfaatkan berbagai alat umum dan living-off-the-land tools seperti Certutil, GoGo Scanner, Revsocks, Procdump, dan Minidump, yang kerap digunakan untuk mencuri kredensial dari sistem Windows, termasuk dari proses lsass.exe. Eksploitasi terhadap kerentanan PetitPotam (CVE-2021-36942) juga dilakukan untuk mencuri kredensial dari server Windows dan memperluas kendali di jaringan korban.

Kerentanan Sistem


Symantec menyimpulkan bahwa serangan ini menunjukkan eksploitasi ToolShell oleh lebih banyak kelompok peretas asal China dibanding perkiraan sebelumnya.

“Meski ada tumpang tindih antara korban dan alat yang digunakan dengan aktivitas yang sebelumnya dikaitkan dengan Glowworm, kami belum memiliki bukti cukup untuk mengatribusikan serangan ini ke satu kelompok tertentu,” tulis Symantec.

“Namun semua bukti mengarah pada aktor ancaman yang berbasis di China.”

Banyaknya korban yang teridentifikasi menunjukkan bahwa pelaku kemungkinan melakukan mass scanning untuk mencari sistem rentan sebelum menargetkan jaringan tertentu yang dianggap menarik. Tujuan utama tampaknya adalah mencuri kredensial dan membangun akses jangka panjang yang tersembunyi untuk kegiatan spionase.

Menanggapi temuan ini, Roger Grimes, penasihat CISO di KnowBe4, mengatakan dalam pernyataan tertulis bahwa kasus ini menjadi contoh penting mengapa fitur auto-patching perlu menjadi standar di setiap perangkat lunak.

“Tidak semua pengguna akan menerapkan patch yang dirilis. Umumnya, 10–25 persen sistem tetap tidak diperbarui selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun,” ujarnya.

“Jika pembaruan otomatis dijadikan default, lebih banyak sistem bisa terlindungi tepat waktu,” pungkas Grimes.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab
Adik Kim Jong Un: Program...
Adik Kim Jong Un: Program Nuklir Korea Utara Tak Bisa Dinegosiasikan!
Rekomendasi
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Berita Terkini
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved