Rio de Janeiro Jadi Medan Perang, Polisi vs Geng Narkoba Baku Tembak Tewaskan 132 Orang
Kamis, 30 Oktober 2025 - 08:14 WIB
loading...
A
A
A
"Negara datang untuk pembantaian, itu bukan operasi (polisi). Mereka datang langsung untuk membunuh, untuk merenggut nyawa," ujar seorang perempuan, yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada AFP.
Berbeda dengan data Kantor Pembela Umum, otoritas negara mengatakan jumlah korban tewas sementara kini mencapai 119, termasuk 115 tersangka kriminal dan empat petugas polisi.
Sejumlah besar petugas yang terlibat dalam operasi tersebut didukung oleh kendaraan lapis baja, helikopter, dan drone, sementara jalanan favela dipenuhi adegan perang.
Polisi dan tersangka anggota geng saling tembak sementara warga yang ketakutan berlarian mencari perlindungan.
Seiring berjalannya operasi, Comando Vermelho menyita puluhan bus dan menggunakannya untuk membarikade jalan raya utama, serta mengirim drone untuk menyerang polisi dengan bahan peledak, kata pihak berwenang.
Gubernur negara bagian Claudio Castro menggambarkan penggerebekan terhadap apa yang disebutnya "narkoterorisme" sebagai "keberhasilan" dan mengatakan bahwa satu-satunya korban adalah petugas polisi yang tewas.
Lula mengatakan pemerintah federal tidak mengetahui operasi tersebut.
"Presiden merasa ngeri dengan banyaknya insiden fatal dan terkejut bahwa operasi sebesar ini dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah federal," kata Menteri Kehakiman Ricardo Lewandowski.
Namun, warga yang marah menuduh polisi melakukan pembunuhan massal.
Berbeda dengan data Kantor Pembela Umum, otoritas negara mengatakan jumlah korban tewas sementara kini mencapai 119, termasuk 115 tersangka kriminal dan empat petugas polisi.
Adegan Perang Jalanan
Sejumlah besar petugas yang terlibat dalam operasi tersebut didukung oleh kendaraan lapis baja, helikopter, dan drone, sementara jalanan favela dipenuhi adegan perang.
Polisi dan tersangka anggota geng saling tembak sementara warga yang ketakutan berlarian mencari perlindungan.
Seiring berjalannya operasi, Comando Vermelho menyita puluhan bus dan menggunakannya untuk membarikade jalan raya utama, serta mengirim drone untuk menyerang polisi dengan bahan peledak, kata pihak berwenang.
Gubernur negara bagian Claudio Castro menggambarkan penggerebekan terhadap apa yang disebutnya "narkoterorisme" sebagai "keberhasilan" dan mengatakan bahwa satu-satunya korban adalah petugas polisi yang tewas.
Lula mengatakan pemerintah federal tidak mengetahui operasi tersebut.
"Presiden merasa ngeri dengan banyaknya insiden fatal dan terkejut bahwa operasi sebesar ini dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah federal," kata Menteri Kehakiman Ricardo Lewandowski.
Namun, warga yang marah menuduh polisi melakukan pembunuhan massal.
Lihat Juga :