Rio de Janeiro Jadi Medan Perang, Polisi vs Geng Narkoba Baku Tembak Tewaskan 132 Orang
Kamis, 30 Oktober 2025 - 08:14 WIB
loading...
A
A
A
"Ada orang-orang yang telah dieksekusi, banyak di antaranya ditembak di belakang kepala, ditembak di punggung. Ini tidak bisa dianggap sebagai keselamatan publik," kata Raull Santiago, seorang warga dan aktivis berusia 36 tahun.
Pengacara Albino Pereira Neto, yang mewakili tiga keluarga yang kehilangan kerabat, mengatakan kepada AFP bahwa beberapa jenazah memiliki "bekas luka bakar" dan sejumlah korban tewas telah diikat.
"Beberapa dibunuh dengan darah dingin," katanya.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sangat prihatin dengan jumlah korban, kata juru bicaranya, Stephane Dujarric, kepada para wartawan.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan pihaknya ngeri dan menyerukan investigasi cepat.
Delegasi dari pemerintahan Lula akan berangkat ke Rio de Janeiro untuk pertemuan darurat dengan Castro.
Tahun lalu, sekitar 700 orang tewas selama operasi polisi di kota itu, hampir dua orang setiap hari.
Komisi Hak Asasi Manusia di badan legislatif negara bagian Rio de Janeiro akan menuntut penjelasan tentang bagaimana favela tersebut berubah menjadi teater perang dan barbarisme, kata ketua komisi tersebut, Dani Monteiro.
Pengacara Albino Pereira Neto, yang mewakili tiga keluarga yang kehilangan kerabat, mengatakan kepada AFP bahwa beberapa jenazah memiliki "bekas luka bakar" dan sejumlah korban tewas telah diikat.
"Beberapa dibunuh dengan darah dingin," katanya.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sangat prihatin dengan jumlah korban, kata juru bicaranya, Stephane Dujarric, kepada para wartawan.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan pihaknya ngeri dan menyerukan investigasi cepat.
Delegasi dari pemerintahan Lula akan berangkat ke Rio de Janeiro untuk pertemuan darurat dengan Castro.
Tahun lalu, sekitar 700 orang tewas selama operasi polisi di kota itu, hampir dua orang setiap hari.
Komisi Hak Asasi Manusia di badan legislatif negara bagian Rio de Janeiro akan menuntut penjelasan tentang bagaimana favela tersebut berubah menjadi teater perang dan barbarisme, kata ketua komisi tersebut, Dani Monteiro.
(mas)
Lihat Juga :