Amazon Umumkan PHK Massal 14.000 Pegawai, Ingin Fokus AI

Rabu, 29 Oktober 2025 - 11:34 WIB
loading...
Amazon Umumkan PHK Massal...
Ilustrasi PHK massal pegawai Amazon di seluruh dunia. Foto/thetimesbeat
A A A
NEW YORK - Raksasa ritel dan teknologi Amerika Serikat (AS), Amazon, mengumumkan ribuan PHK, dengan alasan perlunya restrukturisasi dan fokus pada AI. Perusahaan akan memangkas sekitar 14.000 pekerjaan korporat, pengurangan 4% dalam jumlah tenaga kerja kantornya, menurut pernyataan yang diterbitkan pada hari Selasa (28/10/2025).

Amazon menambahkan, “AI memungkinkan perusahaan untuk berinovasi jauh lebih cepat daripada sebelumnya."

Staf di AS, Kanada, dan Eropa telah diberitahu tentang PHK tersebut, menurut unggahan internal Slack yang dilihat Business Insider.

PHK ini merupakan yang terbesar bagi perusahaan sejak 2023, ketika 27.000 pekerjaan dipangkas secara global.

Sejak 2024, raksasa teknologi ini telah berkomitmen sekitar USD40 miliar untuk empat proyek pusat data di AS, seiring dengan pembangunan infrastrukturnya untuk bersaing dengan OpenAI, Google, Microsoft, Meta, dan lainnya.

Awal bulan ini, Senator Bernie Sanders, anggota senior Komite Senat AS untuk Kesehatan, Pendidikan, Ketenagakerjaan, dan Pensiun, memperingatkan teknologi dimanfaatkan terutama untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dan memusatkan kekayaan.

Ia merujuk pada para eksekutif yang telah mengumumkan investasi signifikan dalam otomatisasi bersamaan dengan PHK massal dan langkah-langkah penghematan biaya lainnya.

PHK di Amazon terjadi di tengah tren yang lebih luas di mana perusahaan-perusahaan raksasa menghilangkan puluhan ribu posisi seiring dengan meningkatnya otomatisasi.

Data dari pelacak Layoffs.fyi menunjukkan hampir 113.000 karyawan teknologi diberhentikan di antara 218 perusahaan teknologi secara global tahun ini.

Dua perusahaan teknologi terbesar di Amerika mengumumkan PHK tahun ini seiring dengan reorganisasi mereka seputar kecerdasan buatan.

Microsoft berencana memangkas sekitar 6.000 posisi, atau 3% dari stafnya, sementara Alphabet telah memangkas ratusan peran di tim Android, Pixel, dan Chrome-nya.

Intel dilaporkan bersiap memangkas lebih dari seperlima tenaga kerjanya, dan Apple memberhentikan lebih dari 600 karyawan di California tahun lalu.

Selain AI, faktor-faktor seperti pertumbuhan pendapatan yang lambat dan ketidakstabilan ekonomi global dilaporkan juga mendorong restrukturisasi.

Baca juga: Israel Kembali Serang Gaza, Banyak Warga Palestina Tewas dan Terluka
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Apa Itu Pax Silica?...
Apa Itu Pax Silica? Aliansi UE dan AS untuk Melawan Dominasi AI China
Wanita Ini Dipecat karena...
Wanita Ini Dipecat karena Suaminya Kerja di Perusahaan Saingan, Urusannya sampai Pengadilan
Gelombang PHK di Tengah...
Gelombang PHK di Tengah Krisis Energi Ungkap Rapuhnya Fondasi Ekonomi China
Pentagon Tetapkan Kontraktor...
Pentagon Tetapkan Kontraktor AI Anthropic sebagai Risiko Keamanan Nasional
Mengerikan, AI Unggulan...
Mengerikan, AI Unggulan Kerahkan Senjata Nuklir dalam 95% Simulasi Perang
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ultah ke-34, Ayu Ting...
Ultah ke-34, Ayu Ting Ting Pamer Momen Romantis Bareng Kevin Gusnadi
Jepang Pesta Gol, Tunisia...
Jepang Pesta Gol, Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved