Gelombang PHK di Tengah Krisis Energi Ungkap Rapuhnya Fondasi Ekonomi China

Senin, 04 Mei 2026 - 10:02 WIB
loading...
Gelombang PHK di Tengah...
Ribuan pekerja pabrik mainan di Yulin, Guangxi, China melakukan protes untuk menuntut pembayaran upah yang belum dibayarkan. Foto/Instagram via khan.co.kr
A A A
JAKARTA - Krisis secara perlahan melanda pusat-pusat manufaktur utama China pada musim semi 2026, yang ditandai penutupan pabrik, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), serta meningkatnya aksi protes buruh akibat upah yang tidak dibayar.

Kepala Trinco Centre for Strategic Studies (TCSS), A. Jathindra, menilai situasi ini bukan sekadar perlambatan ekonomi biasa.

“Apa yang terjadi pada musim semi 2026 bukanlah koreksi siklus ekonomi biasa. Ini adalah pertemuan berbagai kegagalan struktural yang datang secara bersamaan,” sebut Jathindra dalam keterangan kepada Eurasia Review, Minggu (3/5/2026).

Baca Juga: Ekonomi China Melambat, Generasi Muda Hadapi Pengangguran dan Tekanan Hidup

Menurutnya, salah satu pemicu langsung krisis ini adalah perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026, yang berujung pada penutupan Selat Hormuz oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Sebelum konflik, China menerima sekitar 5,35 juta barel minyak per hari melalui jalur tersebut. Kini pasokan turun drastis menjadi sekitar 1,22 juta barel per hari.

Penurunan itu memicu lonjakan tajam biaya bahan baku industri. Harga bromin naik dari 22.000 yuan menjadi 53.000 yuan per ton, sementara biaya plastik dan tekstil ikut melonjak.

“Bagi pabrik ekspor yang sudah beroperasi dengan margin keuntungan sangat tipis, ini bukan sekadar hambatan. Ini adalah tembok,” ujarnya.

Sistem Ekonomi yang Tidak Seimbang


Namun Jathindra menegaskan bahwa perang Iran bukan satu-satunya penyebab.

Dia menilai Partai Komunis China (PKC) telah membangun sistem ekonomi selama puluhan tahun yang terlalu bergantung pada investasi tetap, tenaga kerja murah, dan ekspor.

“PKC menghabiskan tiga dekade membangun sistem ekonomi yang sangat tidak seimbang, sehingga kehancurannya hanya soal waktu,” tulisnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
IHSG Babak Belur Jelang...
IHSG Babak Belur Jelang Akhir Pekan, Sesi Siang Ditutup Ambruk 2,73% ke 5.835
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Berita Terkini
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved