Terungkap Perjanjian Rahasia AS-Israel: Saling Bungkam soal Senjata Nuklir Zionis!
Selasa, 28 Oktober 2025 - 12:56 WIB
loading...
A
A
A
Aboul Gheit, yang merupakan mantan menteri luar negeri Mesir, mencatat bahwa Israel dilindungi oleh kutub militer-politik dominan yang telah menguasai dunia sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1990.
Lebih lanjut, laporan itu menyebutkan Aboul Gheit berpandangan bahwa Kairo sengaja menahan diri untuk tidak meratifikasi konvensi senjata kimia atau biologi."Karena tidak melihat perlunya penangkal nuklir lantaran kerugiannya jauh lebih besar daripada potensi manfaatnya," imbuh dia.
Menyebut bahwa diplomasi Mesir secara konsisten mengadvokasi Timur Tengah yang bebas dari senjata pemusnah massal, Aboul Gheit mengatakan bahwa inspeksi internasional terhadap fasilitas nuklir Israel bisa menjadi "tak terelakkan".
Dia juga dilaporkan mengatakan bahwa perkembangan semacam itu dapat memicu krisis eksistensial regional, yang memaksa Washington untuk mempertimbangkan kembali perlindungannya yang telah lama berlaku terhadap Israel.
"Israel bahkan tidak dapat menggunakan senjata nuklirnya selama perang 1973," kata Aboul Gheit.
Sementara itu, citra satelit telah mengungkapkan peningkatan pekerjaan konstruksi di Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev, menurut laporan Al Mayadeen, yang menambahkan bahwa situs tersebut telah lama diyakini sebagai pusat program senjata nuklir rahasia Israel.
Lebih lanjut, laporan itu menyebutkan Aboul Gheit berpandangan bahwa Kairo sengaja menahan diri untuk tidak meratifikasi konvensi senjata kimia atau biologi."Karena tidak melihat perlunya penangkal nuklir lantaran kerugiannya jauh lebih besar daripada potensi manfaatnya," imbuh dia.
Menyebut bahwa diplomasi Mesir secara konsisten mengadvokasi Timur Tengah yang bebas dari senjata pemusnah massal, Aboul Gheit mengatakan bahwa inspeksi internasional terhadap fasilitas nuklir Israel bisa menjadi "tak terelakkan".
Dia juga dilaporkan mengatakan bahwa perkembangan semacam itu dapat memicu krisis eksistensial regional, yang memaksa Washington untuk mempertimbangkan kembali perlindungannya yang telah lama berlaku terhadap Israel.
"Israel bahkan tidak dapat menggunakan senjata nuklirnya selama perang 1973," kata Aboul Gheit.
Sementara itu, citra satelit telah mengungkapkan peningkatan pekerjaan konstruksi di Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev, menurut laporan Al Mayadeen, yang menambahkan bahwa situs tersebut telah lama diyakini sebagai pusat program senjata nuklir rahasia Israel.
Lihat Juga :