Raja Yordania: Pasukan Internasional Tak Akan Mau Tegakkan Perdamaian di Gaza Berdasarkan Rencana Trump

Senin, 27 Oktober 2025 - 20:27 WIB
loading...
Raja Yordania: Pasukan...
Raja Yordania Abdullah mengungkapkan pasukan internasional atak mau tegakkan perdamaian di Gaza. Foto/Roya
A A A
AMMAN - Negara-negara akan menolak permintaan untuk "menegakkan" perdamaian di Gaza jika dikerahkan berdasarkan rencana gencatan senjata Donald Trump. Itu diungkapkan Raja Abdullah dari Yordania kepada BBC.

Berdasarkan rencana perdamaian 20 poin Presiden AS Trump, negara-negara Arab dan mitra internasional akan mengerahkan pasukan stabilisasi yang "akan melatih dan memberikan dukungan kepada pasukan polisi Palestina yang telah diseleksi di Gaza, dan akan berkonsultasi dengan Yordania dan Mesir yang memiliki pengalaman luas di bidang ini." Hamas akan melucuti senjata dan menyerahkan kendali politik atas wilayah tersebut.

"Apa mandat pasukan keamanan di Gaza? Dan kami berharap itu adalah penjaga perdamaian, karena jika itu penegakan perdamaian, tidak ada yang mau menyentuhnya," kata Raja Abdullah.

Dalam wawancara eksklusif untuk BBC Panorama, ia mengatakan bahwa Yordania dan Mesir bersedia melatih pasukan keamanan Palestina.

"Menjaga perdamaian berarti Anda duduk di sana mendukung kepolisian setempat, warga Palestina, yang bersedia dilatih oleh Yordania dan Mesir dalam jumlah besar, tetapi itu membutuhkan waktu. Jika kita berpatroli di sekitar Gaza dengan senjata, itu bukanlah situasi yang ingin dilibatkan oleh negara mana pun."

Baca Juga: Pengadilan Gaza Serukan Pelaku dan Pendukung Israel Diadili

Komentar Raja mencerminkan kekhawatiran AS dan negara-negara lain tentang kemungkinan terseret ke dalam konflik berkelanjutan antara Hamas dan Israel, atau Hamas dan kelompok Palestina lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Argentina Tundukkan...
Argentina Tundukkan Yordania 3-1, Messi Langsung Cetak Gol usai Masuk sebagai Pemain Pengganti
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Wakil Gubernur Makkah...
Wakil Gubernur Makkah Pimpin Pencucian Ka'bah, Begini Urutan Prosesinya
Rekomendasi
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Meidra Idol Ternyata...
Meidra Idol Ternyata Tomboy dan Belum Pernah Pacaran
OTT Bupati Kuansing,...
OTT Bupati Kuansing, KPK Sita Pajero Sport dan Transaksi Cicilan Land Cruiser
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
Kapal Bantuan Gaza Dibom...
Kapal Bantuan Gaza Dibom Israel di Perairan Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved