Raja Yordania: Pasukan Internasional Tak Akan Mau Tegakkan Perdamaian di Gaza Berdasarkan Rencana Trump

Senin, 27 Oktober 2025 - 20:27 WIB
loading...
A A A
Raja Abdullah mengatakan ia tidak akan mengirim pasukan Yordania ke Gaza karena negaranya "terlalu dekat secara politik" dengan situasi tersebut. Lebih dari separuh penduduk Yordania adalah keturunan Palestina, dan selama beberapa dekade, negara tersebut telah menerima 2,3 juta pengungsi Palestina yang melarikan diri dari perang sebelumnya dengan Israel - jumlah terbesar di kawasan tersebut.

Ketika ditanya apakah ia percaya Hamas akan menepati janjinya untuk melepaskan peran politik apa pun di Gaza, ia menjawab: "Saya tidak mengenal mereka, tetapi mereka yang bekerja sangat dekat dengan mereka - Qatar dan Mesir - merasa sangat, sangat optimis bahwa mereka akan mematuhinya.

"Jika kita tidak menyelesaikan masalah ini, jika kita tidak menemukan masa depan bagi Israel dan Palestina serta hubungan antara dunia Arab dan Muslim dengan Israel, kita akan hancur."

Upaya mediasi utama selama perang telah dilakukan oleh Qatar dan Mesir yang bekerja sama dengan Amerika Serikat.

Yordania telah menjadi bagian dari upaya internasional yang mencoba mengirimkan bantuan ke Gaza dan mengevakuasi anak-anak yang sakit dan terluka. Raja telah terbang di atas wilayah tersebut dalam tiga misi penerjunan pasokan bantuan.

"Melihat dari balik landasan belakang sungguh mengejutkan," katanya. "Kehancuran di bagian Gaza itu sungguh mengejutkan saya.

"Saya telah menyaksikannya sendiri, dan bagaimana kita, sebagai komunitas internasional, membiarkan hal ini terjadi sungguh membingungkan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
Jumhur Dapat Wisdom...
Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Sopir dan Penumpang...
Sopir dan Penumpang Alphard yang Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI Ternyata Personel Polda Jabar
Berita Terkini
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Infografis
Tiga Alasan Netanyahu...
Tiga Alasan Netanyahu Tak Berani Melanjutkan Perang di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved