Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke Tiga Perusahaan China Terkait Perang Rusia

Senin, 27 Oktober 2025 - 09:46 WIB
loading...
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi...
Uni Eropa jatuhkan sanksi terhadap anak-anak perusahaan minyak negara China, CNPC, dalam upaya melemahkan ekonomi perang Rusia. Foto/VCG/Global Times
A A A
JAKARTA - Uni Eropa (UE) menjatuhkan sanksi terhadap dua kilang minyak milik negara di China daratan dan satu perusahaan perdagangan minyak yang berbasis di Hong Kong, sebagai bagian dari upaya terbaru untuk melemahkan ekonomi perang Rusia. Langkah ini langsung memicu kecaman tajam dari Beijing.

Mengutip dari South China Morning Post, Senin (27/10/2025), ketiga perusahaan tersebut termasuk dalam paket sanksi baru yang disetujui oleh 27 negara anggota UE pada Kamis pagi. Total ada 15 entitas asal China daratan maupun Hong Kong yang dijatuhi sanksi karena dianggap terlibat dalam perdagangan ilegal dengan Rusia.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China segera menanggapi dengan tegas, menegaskan bahwa Beijing “tidak pernah memasok senjata mematikan kepada pihak mana pun dalam konflik dan menerapkan kontrol ekspor yang ketat terhadap barang-barang berfungsi ganda (dual use).”

Baca Juga: Xi Jinping Singkirkan 9 Jenderal, Diduga Terjadi Perebutan Kekuasaan China

“Sebagian besar negara di dunia, termasuk di Eropa dan Amerika Serikat, masih terus berdagang dengan Rusia,” bunyi pernyataan Kemlu China.

“UE dan AS tidak berada pada posisi untuk mengkritik kerja sama normal antara perusahaan China dan Rusia,” sambungnya.

Dua kilang yang dikenai sanksi adalah Liaoyang Petrochemical Company—anak usaha dari perusahaan milik negara China National Petroleum Corporation (CNPC)—dan Shandong Yulong Petrochemical, bersama dengan Chinaoil (Hong Kong) Corporation, juga anak usaha CNPC. Selain itu, Tianjin Xishanfusheng International Trading Company juga masuk dalam daftar sanksi penuh.

Artinya, seluruh aset perusahaan yang berada di bawah yurisdiksi UE akan dibekukan, dan perdagangan serta investasi dengan perusahaan-perusahaan tersebut dilarang total. UE menuduh mereka mengolah minyak mentah asal Rusia yang menjadi sumber pendapatan besar bagi pemerintah Rusia dan turut mendukung perang Moskow terhadap Ukraina.

Langkah ini diambil meskipun beberapa negara anggota UE seperti Hungaria dan Slovakia masih membeli minyak Rusia berdasarkan pengecualian hukum sementara bagi negara yang tidak memiliki akses laut dan masih bergantung pada pipa minyak untuk kebutuhan domestik.

Sebelas perusahaan lain juga dimasukkan ke dalam daftar hitam ekspor “Annex IV”, yang melarang perusahaan Eropa untuk menjual, membeli, atau memberikan bantuan teknis bagi barang-barang berfungsi ganda kepada mereka. Perusahaan-perusahaan ini diduga membantu transfer komponen elektronik dan mesin presisi yang bisa digunakan dalam industri pertahanan Rusia.

Pembatasan Ekspor China


Paket sanksi terbaru ini memperluas pembatasan atas semikonduktor canggih, sistem navigasi, serta mesin industri yang digunakan dalam produksi senjata Rusia. UE juga memblokir puluhan perusahaan pelayaran dan kapal tanker yang memindahkan minyak Rusia di luar batas harga yang disepakati G7 sejak Desember 2022.

Sanksi disepakati setelah Perdana Menteri Slovakia Robert Fico mencabut vetonya pada Rabu malam. Langkah ini menyusul sanksi baru dari Amerika Serikat yang menargetkan raksasa minyak Rusia Lukoil dan Rosneft.

Namun, langkah UE ini diperkirakan makin memperburuk hubungan dengan Beijing, yang sudah renggang akibat kedekatan China dengan Rusia dan ketegangan dagang dengan Eropa.

Selain itu, pembatasan ekspor baru China terhadap logam tanah jarang (rare earth) dan magnet diperkirakan akan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan Dewan Eropa. Negara-negara besar seperti Prancis, Jerman, dan Polandia disebut akan membahas dampak kebijakan tersebut terhadap rantai pasok industri mereka.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam pidatonya di Parlemen Eropa memperingatkan bahwa “krisis pasokan bahan mentah penting kini sudah di depan mata.” Ia menyerukan percepatan langkah untuk memastikan suplai yang lebih cepat dan andal, baik di Eropa maupun dengan mitra yang dianggap tepercaya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Berita Terkini
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved