Xi Jinping Singkirkan 9 Jenderal, Diduga Terjadi Perebutan Kekuasaan China

Kamis, 23 Oktober 2025 - 11:33 WIB
loading...
Xi Jinping Singkirkan...
Presiden Xi Jinping telah menyingkirkan 9 jenderal menjelang pertemuan Partai Komunis China. Para analis menduga, pembersihan menandai terjadinya perebutan kekuasaan di China. Foto/organiser.org
A A A
BEIJING - Kesepian yang dirasakan Presiden Xi Jinping di pucuk pimpinan China semakin terasa. Sembilan jenderal—yang dia tunjuk secara pribadi—baru saja disingkirkan. Namun, apakah ini pertanda kelemahan? Atau kekuatan sang presiden?

Partai Komunis China mengadakan salah satu pertemuan politik besar yang jarang terjadi minggu ini, 20-23 Oktober 2025. Pengumuman resmi dari Kementerian Pertahanan Nasional China telah menetapkan agendanya.

Kematian politik para penasihat militer terdekat Xi Jinping bukanlah kejutan. Sebagian besar telah ditangkap beberapa bulan yang lalu. Semuanya telah lama dikesampingkan dari tugas resmi mereka.

Namun, pengumuman publik tentang pemecatan mereka pada 17 Oktober lalu menjadikannya resmi.

Baca Juga: 2 Jenderal dan 7 Perwira Senior China Dipecat karena Korupsi

9 Jenderal yang Disingkirkan Xi Jinping

Menurut pemberitahuan dari Kementerian Pertahanan China, sembilan jenderal yang disingkirkan atau dipecat dari partai dan militer adalah:

1. He Weidong (Wakil Ketua Komisi Militer Pusat)

2. Miao Hua (anggota Komisi Militer Pusat dan mantan kepala Departemen Pekerjaan Politik)

3. He Hongjun

4. Wang Xiubin

5. Lin Xiangyang

6. Qin Shutong

7. Yuan Huazhi

8. Wang Houbin

9. Wang Chunning


Salah satu jenderal yang disingkirkan adalah Jenderal He Weidong. Dia adalah anggota Politbiro yang berkuasa dan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat.

Jenderal He juga merupakan teman pribadi lama Xi Jinping. Dia kini bergabung dengan puluhan komandan militer lain yang dipermalukan—dan dilucuti—yang terjebak dalam pembersihan "anti-korupsi" selama satu dekade di jajaran Partai Komunis China.

"Kesembilan orang tersebut telah melanggar disiplin Partai secara serius dan diduga melakukan kejahatan terkait tugas berat yang melibatkan jumlah yang sangat besar, dengan perilaku yang sangat parah dan berdampak sangat keji," demikian pernyataan publikasi People's Liberation Army Daily, surat kabar militer China.

"Pertanyaan kuncinya adalah: jika Xi Jinping tidak bisa lagi mempercayai orang-orang kepercayaannya yang muncul bersamanya di Angkatan Darat Grup ke-31 yang lama di Provinsi Fujian, siapa yang masih bisa dia percayai?" tanya analis dari Jamestown Foundation, Tristan Tang, seperti dikutip dari news.com.au, Kamis (23/10/2025).

Apa yang sebenarnya terjadi di balik aula-aula kekuasaan Beijing yang berbalut merah masih belum pasti.

Xi Jinping telah membangun tembok sensor yang besar untuk dirinya sendiri. Proses pemerintahan sengaja ditutup-tutupi. Siapa yang memegang kekuasaan apa pun dikaburkan.

Beberapa pengamat China mengatakan pembersihan yang sedang berlangsung menunjukkan kurangnya kendali Xi Jinping atas para jenderalnya. Yang lain percaya ini adalah perebutan kekuasaan antara faksi-faksi tentara garda lama dan baru.

Ada juga yang mengatakan ini adalah konsekuensi alami dari kediktatoran Xi Jinping yang keras. Lantas, siapa yang paling tepat untuk menggantikannya kelak?

"Xi mungkin punya waktu bertahun-tahun, bahkan mungkin lebih dari satu dekade, sebelum dia mundur," kata ilmuwan politik Tyler Jost dan Daniel Mattingly dalam jurnal Foreign Affairs.

Kekosongan yang ditinggalkan oleh orang kuat seperti Xi Jinping akan membuat suksesi menjadi semakin menantang, berpotensi memicu perebutan kekuasaan dan perebutan arah negara. Ketidakstabilan seperti itu di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia dapat berdampak hingga ke luar perbatasan China—terutama karena China sedang menjalani hubungannya yang tegang dengan Taiwan.

Game of Thrones di China


Seperti kebanyakan politik China, siapa yang disukai atau tidak disukai secara politik adalah soal membaca tanda-tandanya.

Parade militer akbar Xi Jinping, yang diadakan di hadapan Presiden Rusia Vlaidmir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada bulan September, merupakan salah satu sinyal tersebut.

Untuk sebuah tontonan militer, anehnya parade itu tanpa kepemimpinan militer.

"Zhang Youxia adalah satu-satunya perwira militer berseragam di mimbar," ujar mantan pejabat intelijen Amerika Serikat, Dennis Wilder.

Zhang duduk di baris kedua, tepat di belakang Komite Tetap Politbiro—tempat yang biasanya diperuntukkan bagi para pensiunan anggota Komite Tetap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
375 Kg Emas Disita Terkait...
375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Kasus Febrie Adriansyah,...
Kasus Febrie Adriansyah, Pengamat: Sapu Kotor Tak Bisa Bersihkan Korupsi
30 Warga Sipil dan 7...
30 Warga Sipil dan 7 Tentara Iran Tewas dalam Serangan AS
Trump: Iran Sebaiknya...
Trump: Iran Sebaiknya Bersikap Baik!
Rekomendasi
Anggota BPK Bobby Rizaldi...
Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar soal Pengaturan Status Opini WTP Pemkab Muara Enim
Kilas Balik: Lamine...
Kilas Balik: Lamine Yamal Masih Bayi saat Dimandikan Messi, Kini Bentrok di Final Piala Dunia 2026
Hiu Selatan International...
Hiu Selatan International Hard Enduro 8, DUNLOP Perkenalkan Geomax En92
Berita Terkini
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Infografis
Filipina Berani Tolak...
Filipina Berani Tolak Desakan China Singkirkan Kapal Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved