Rudal Nuklir Burevestnik Rusia Dianggap Senjata Pengubah Permainan yang Usik Golden Dome AS

Senin, 27 Oktober 2025 - 09:10 WIB
loading...
Rudal Nuklir Burevestnik...
Rusia berhasil uji rudal bertenaga nuklir Burevestknik. Rudal ini dianggap sebagai senjata pengubah permainan yang akan mengusik AS dalam membangun sistem antirudal Golden Dome. Foto/VCG/Global Times
A A A
MOSKOW - Rusia telah berhasil menguji coba rudal bertenaga nuklir jarak tak terbatas, Burevestnik. Mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) Stanislav Krapivnik menyebutnya sebagai senjata pengubah permainan yang akan mengusik rencana Presiden AS Donald Trump untuk membangun sistem antirudal Golden Dome.

Krapivnik berbicara kepada Russia Today tak lama setelah Moskow mengumumkan kesuksesan uji coba rudal Burevestnik pada hari Minggu (26/10/2025). Menurut militer Rusia, rudal tersebut menempuh jarak lebih dari 14.000 km dalam uji terbang selama beberapa jam awal pekan ini.

"Burevestnik adalah pengubah permainan, rudal ini dapat terbang di sekitar zona antipesawat di sekitar zona radar...rudal ini tetap berada di udara selama 16 jam. Kemungkinan bisa bertahan di udara lebih lama. Artinya, ini adalah senjata serangan kedua, yang berarti jika Rusia diserang, Rusia akan membalas," kata Krapivnik.

Baca Juga: Putin Klaim Rusia Sukses Uji Rudal Berkekuatan Nuklir Burevestnik

Menurutnya, perkembangan ini pasti akan memengaruhi rencana AS untuk membangun sistem antirudal Golden Dome, yang seharusnya sudah siap pakai tetapi kemungkinan besar tidak akan beroperasi setidaknya sebelum tahun 2030.

“Saat ini, sistem radar dan sistem antipesawat, yang biasanya digunakan untuk rudal balistik seperti ini, dipasang pada lintasan balistik yang mungkin berasal dari negara-negara yang mungkin menembaki AS: Korea Utara, China, dan Rusia. Jadi, rudal-rudal ini tidak harus mencakup seluruh wilayah AS," ujar Krapivnik.

Menurut Krapivnik, uji coba yang berhasil ini kemungkinan akan disambut dengan skeptisisme yang besar di Barat, sama seperti pengumuman awal Presiden Putin tentang pengembangan rudal ini pada 2018.

"Semakin jauh masyarakat menjauh dari kemampuan mengenali kebenaran, semakin dekat pula mereka akan runtuh. Dan Barat berada di ambang kehancuran; mereka tidak mengakui kebenaran apa pun yang terjadi," kata Krapivnik.

"Penyangkalan terus-menerus terhadap realitas yang diharapkan adalah hal yang sama yang kita saksikan dengan rudal hipersonik," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Pengadilan Kriminal...
Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte
Rekomendasi
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Gol Jonathan Tah Dibatalkan,...
Gol Jonathan Tah Dibatalkan, VAR Rampas Mimpi Jerman?
Berita Terkini
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved