Anggota Parlemen Israel Desak Dunia Bertindak Cegah Genosida di Tepi Barat

Minggu, 26 Oktober 2025 - 11:29 WIB
loading...
Anggota Parlemen Israel...
Anggota parlemen Israel Ofer Cassif. Foto/anadolu
A A A
TEL AVIV - Seorang anggota Knesset Israel mendesak masyarakat internasional tidak menunggu genosida lainnya. Dia memperingatkan Israel sedang bergerak menuju kekejaman massal di Tepi Barat yang diduduki.

“Saya mengimbau masyarakat internasional. Kalian terlalu lama menunggu sebelum melakukan intervensi untuk menghentikan genosida di Gaza. Jangan menunggu skenario serupa di Tepi Barat karena kita sudah semakin dekat,” ujar anggota parlemen Israel Ofer Cassif kepada Anadolu.

“Dan jangan menunggu perang saudara di dalam Israel karena kita juga sudah semakin dekat. Terlibatlah sekarang. Lakukan segala yang mungkin untuk menghentikan kedua bahaya ini — keduanya mengancam baik warga Palestina maupun Israel, dan pada akhirnya seluruh kawasan dan dunia. Ini bukan hanya masalah keadilan; ini demi kepentingan kalian sendiri untuk menghentikan ini. Kalian bisa melakukannya. Kita tidak bisa melakukannya sendiri. Kami membutuhkan kalian,” papar dia.

Insiden Saat Pidato Trump di Knesset


Mengenai insiden ketika ia dan rekan anggota parlemennya, Ayman Odeh, dikeluarkan dari Knesset saat pidato Presiden AS Donald Trump pekan lalu, Cassif mengatakan, “Itu bukan pidato sungguhan. Seperti yang Anda tahu, itu hanya kumpulan kata-kata yang tidak selalu berhubungan. Itu adalah pertunjukan teatrikal, pertunjukan tiga orang egomaniak yang terobsesi pada diri sendiri, terutama (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu dan Trump, dan sampai batas tertentu, Ketua Knesset, Amir Ohana, juga.”

Ia menambahkan, “Itu adalah sanjungan, sungguh menjijikkan. Harus saya katakan, itu tidak memiliki substansi nyata selain saling membanggakan.”

Cassif mencatat ia dan Odeh diusir karena mereka mengangkat spanduk bertuliskan, “Akui Palestina.”

“Semua orang harus memahami, meskipun banyak orang di Israel menolaknya, bahwa satu-satunya solusi untuk konflik ini, satu-satunya cara untuk menghentikan pertumpahan darah, kehancuran, dan penderitaan bagi Palestina dan Israel, adalah dengan mengakui Palestina dan mendirikan negara Palestina yang nyata, merdeka, dan berdaulat di samping Israel. Itulah pesan kami,” tegas dia.

“Jangan lupa bahwa Trump sendiri terlibat dalam pengorbanan sandera Israel dan pembantaian warga Palestina. Ia mendukung pemerintah Israel Maret lalu ketika Israel melanggar perjanjian yang sudah ada di atas meja, yang sebenarnya bisa menyelamatkan ribuan nyawa warga Palestina, sandera, dan tentara. Kita harus ingat itu. Trump adalah bagian dari masalah. Ia bukan penyelamat,” tegas dia.

Cassif mengatakan pesan mereka juga menyangkut masa depan. “Negara Palestina dan akhiri pendudukan, itulah satu-satunya jalan ke depan. Ayman Odeh dan saya memegang plakat bertuliskan, 'Akui Palestina.' Itu saja. Kami tidak berteriak, tidak berbicara, tidak mengatakan apa pun — hanya plakat itu. Itu perlu, mengingat masa lalu dan masa depan,” ungkap dia.

Baca juga: Presiden Brasil: PBB telah Berhenti Berfungsi, Dewan Keamanan Gagal Hentikan Perang Besar
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Meski Terus Digempur...
Meski Terus Digempur Israel, Sekjen Hizbullah Tegaskan Seluruh Anggota Siap Mati!
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved