Hanya Gara-gara Sepiring Pasta, Suami di Mesir Bunuh Istrinya yang Berusia 14 Tahun

Minggu, 26 Oktober 2025 - 03:30 WIB
loading...
Hanya Gara-gara Sepiring...
Hanya karena sepiring pasta, suami di Mesir bunuh istrinya. Foto/X/@HermonE_J
A A A
KAIRO - Pengadilan Mesir telah menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara kepada seorang pria berusia 23 tahun atas pembunuhan istrinya yang berusia 14 tahun, Faten Zaki, yang kematiannya, setelah perselisihan soal sepiring pasta. Insiden tersebut mengejutkan negara tersebut dan memicu kembali kemarahan atas pernikahan dini dan hukuman yang ringan dalam kasus kekerasan berbasis gender.

Putusan yang dikeluarkan pada 13 Oktober oleh Pengadilan Pidana Tanta di Mesir utara merupakan putusan akhir dalam kasus yang kemudian dikenal di media lokal sebagai kasus "Gadis Piring Pasta".

Awal tahun ini, pengadilan telah merujuk berkas sang suami kepada Mufti Agung, otoritas keagamaan tertinggi di Mesir, untuk mendapatkan pendapat hukum tentang penerapan hukuman mati.

Melansir Gulf News, jaksa penuntut menuduhnya melakukan pembunuhan berencana karena secara brutal menyerang istrinya yang masih di bawah umur setelah ia makan sepiring pasta tanpa izinnya.

Baca Juga: Suami dan Istri Ini Terlihat Sangat Mirip hingga Sering Dikira Kembar Identik

Insiden ini terjadi pada Agustus 2024, ketika Zaki, yang dilaporkan lapar dan sendirian di rumah di desa Kafr Yaqub, makan dari sebuah piring sebelum suami dan keluarganya kembali.

Setelah mengetahui hal ini, suaminya, seorang pengemudi tuk-tuk berusia 23 tahun, menyerangnya dengan kekejaman yang mengejutkan. Ia diduga memukulinya dengan tongkat kayu tebal, membakarnya dengan besi panas, dan memukul kepalanya berulang kali sebelum menyeretnya ke atap gedung mereka dan melemparkannya dari sana. Ia meninggal dunia beberapa jam kemudian di rumah sakit akibat luka-lukanya.

Pernikahan Zaki, yang kabarnya diatur oleh keluarganya untuk meringankan beban keuangan, membuatnya terjebak dalam siklus kemiskinan, pernikahan paksa, dan kekerasan yang berujung pada kematiannya.

Para pembela hak-hak perempuan mengecam pengurangan hukuman menjadi tujuh tahun, menyebutnya sebagai contoh lain dari keringanan hukuman pengadilan berdasarkan Pasal 17 KUHP Mesir, yang memungkinkan hakim untuk menurunkan hukuman jika mereka menganggap keadaan "meringankan".

Putusan tersebut menarik perbandingan dengan kasus besar lainnya yang diputuskan awal tahun ini, ketika pengadilan menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara kepada Motaz Hendawy, yang dihukum karena membunuh istrinya, Maram Osama, alih-alih hukuman seumur hidup atau mati.

Osama, seorang ibu dua anak berusia 32 tahun, meninggal dunia pada Desember 2024 setelah dicekik dan dibiarkan tanpa perawatan selama lima hari.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Israel Terus Bombardir...
Israel Terus Bombardir Gaza, Mesir Marah Besar!
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Prancis Buka Penyelidikan...
Prancis Buka Penyelidikan Pembunuhan Khashoggi usai Ada Pengaduan terhadap Mohammed bin Salman
Pertama Kali, Jet Tempur...
Pertama Kali, Jet Tempur Mesir Ditempatkan di UEA
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Terungkap! Pemimpin...
Terungkap! Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ikut Susun Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Berita Terkini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Infografis
6 Negara yang Memiliki...
6 Negara yang Memiliki Angkatan Udara Terkuat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved